Rencana Output Eksplorasi 2017

Akhirnya Eksplorasi 2017 selesai, setelah persiapan lebih dari 4 bulan, mulai dari merencanakan acara untuk dana perjalanan, persiapan acara itu, perencanaan perjalanan, survei pelabuhan, survei pulau yang mau dituju, merencanakan output, semua itu hanyalah sebagian dari hal yang kami kerjakan untuk persiapan perjalanan ini.

Karena itu, sangat disayangkan jika setelah perjalanan kita tidak mendapatkan apa-apa selain foto dan pengalaman, jangan salah paham, foto dan pengalaman memang hal yang penting, terutama pengalaman, tapi alangkah bagusnya jika saya bisa memaksimalkan perjalanan ini, karena itu saya akan membuat essai foto untuk output saya.

lebih tepatnya lagi, saya akan membuat kumpulan foto-foto dengan deskripsi, yang mungkin nantinya akan saya jadikan buku/ebook, karena perjalanan ini hanya 4 hari 3 malam, tidak mungkin saya bisa meng-cover keseluruhan pulau, jadi karna itu, saya membuat essai foto ini dengan tema nelayan, salah satunya karena orangtua inang saya adalah seorang nelayan, jadi saya bisa ikut melaut.

Rencana Output Eksplorasi 2

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, rasanya baru kemarin kami pasukan Oase penggalang mendiskusikan cara penggalangan dana untuk Eksplorasi tahun ini, dan sekarang saya sudah sedang mengerjakan tantangan terakhir Eksplorasi 2017.

Tantangan itu adalah untuk membuat contoh output kami saat Eksplorasi 2017, karena lokasi yang kami pilih untuk Eksplorasi 2017 ini adalah Sepulauan Seribu atau lebih tepatnya lagi di pulau Harapan, menurut saya ini adalah kesempatan yang bagus untuk memotret benda langit karena lokasinya yang lumayan jauh dari pulau jawa, rencananya saya akan memotret Bulan, Milky Way dan Konstelasi OrionFoto moon

 

6428b9e5-9647-4a08-a8ac-8268f989b4ea

 

dan Konstelasi Orion, karena sudah membawa kamera, saya juga mau sekalian membuat foto jurnalistik yang bertemakan keseharian nelayan.

Kalau keadaan memungkinkan saya ingin ikut nelayan setempat melaut, karena dari situ saya bisa banyak bertanya/mengobrol dengan mereka, salah satu hal yang saya ingin tanyakan adalah tehnik navigasi macam apa yang mereka gunakan, karena saya pernah mendengar bahwa nelayan-nelayan di Kepulauan Seribu ada yang menggunakan bintang untuk alat navigasi.

Selain bertanya itu saya juga akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang lain yang bisa dilihat di mindmap dibawah ini

 

22dd2300b06611e788184b199148dd38.map

Dan untuk gambaran bagaimana tulisan saya nantinya, dibawah ini adalah tulisan saya tentang tempe.

 

Pada suatu pagi yang cerah di sebuah dusun bernama dusun Maintan di Jogja, saya dan teman-teman satu tim melakukan perjalanan ke tempat pembuatan tempe, sesampainya ditempat pembuatan tempe itu kami langsung meminta izin untuk masuk dan melihat-lihat sambil mengobrol, pembuat tempe ini bernama bu Sri beliau berumur 78 tahun, walaupun umurnya yang sudah tua badan beliau masih terlihat kuat, bahkan saat mengambil air dari dalam sumur yang saya agak kesulitan menimbanya karena berat beliau terlihat dengan mudah saja menimbanya.

Beliau sudah membuat tempe sejak kecil, membuat tempe adalah pekerjaan turun temurun keluarganya, sayang sekali generasi muda dijaman sekarang sudah sedikit yang mau membuat tempe untuk pekerjaan, kebanyakan dari mereka memilih untuk bekerja di kota.

Proses pembuatan tempe tidak sesusah yang saya kira, pertama-tama kacang kedelai direndam dulu selama semalam, lalu setelah perendaman itu kulit ari kedelai dikupas dengan cara diinjak-injak setelah itu kedelai dicuci beberapa kali, ketika sudah bersih kedelai itu dikukus, setelah dikukus kedelai itu diberi ragi, setelah diberi ragi kedelai itu dimasukkan kedalam cetakan daun pisang yang kita biasa lihat dipasar

 

Diatas itu adalah contoh gaya menulis yang akan saya gunakan

 

 

Pramuka Oase. Persiapan makan camping persera

MENU MAKAN

MAKAN MALAM : Nasi. Ayam ungkep goreng

 

SARAPAN : Roti dengan sosis goreng

 

MAKAN SIANG : Nasi dengan nugget

 

SNACK : Buah kurma dan timun

 

MINUMAN : air putih

 

CARA MEMBUATNYA :

Nasi: Dimasukkan kedalam sebuah panci, isi dengan 2 ruas jari air, lalu aduk dengan api kecil. Untuk semua makanan yang memnggunakan nasi, saya akan membawa beras lalu masak disana

Makan malam : beli ayam dan bumbu ayam goreng dipasar, cuci ayam sampai bersih, campurkan dengan bumbu ayam goreng diatas penggorengan, setelah kira-kira sudah matang, matikan api, lalu goreng

 

Sarapan : Saya bawa roti dan sosis dari rumah, digoreng disana

 

Makan siang : Nugget saya bawa dari rumah, lalu goreng disana. Sebetulnya awalnya saya mau membuat nugget sendiri, tapi takutnya nugget itu akan basi sebelum bisa dimakan.

 

Snack : Buah Kurma karna bagus untuk tenaga, timun karna mengandung banyak air

 

Sampah yang dihasilkan: Bungkus nugget, karena kalau dipindahkan dirumah takutnya basi. Semua sampah akan saya bawa pulang lagi

 

Day 8 Last day??

kok disitu

Saat diskusi kemarin Kami sudah janjian untuk kumpul di rumahnya bu Gun jam 6. Saat Kami sudah sampai ke rumah bu Gun Dan semuanya sudah lengkap Kami langsung menuju tempat Yang lumayan bagus untuk melihat sunrise, saat Kami menunggu matahari terbit saya Kira matahari itu akan muncul Dari tengah gunung, tapi ternyata mataharinya muncul Dari pinggir gunung, jadi setelah melihat sunrise Kami semua  ke tempat pembuatan madu mongso, sebetulnya Yang mau beli hanya saya Dan Yla tapi Karena nanti pengen Jalan lagi jadi semuanya ikut, saat didalam ibu penjual sekalian pembuat madu mongso ini cerita panjang sekali, sampe saya rasanya mau bilang ke Yang dijuar get me out, Karena takut kelamaan.

Ngajar

Sebelum saya pulang ke homestay untuk Mandi Dan siap-siap Yudhis ingin memperkenalkan saya dengan Tuan rumahnya Yang punya camera tapi gak tahu Cara pakenya, sebetulnya saya juga belajar saat ngajar itu, karena pertma kamera itu Nikon Dan kedua saya belum pernah pakai kamera itu, jadi saya ajari bapak itu basicnya seperti ISO shutter speed mode Yang harus digunaka, dan beberapa hal basic lainnya.

Yla atraksi Kak Kukuh nyanyi

Setelah Mandi, packing Dan foto bareng tuan rumah, saya Zaky pamit Dan langsung menuju rumah bu Cicil, saat sudah berkumpul Kami bilang ke Kak Kukuh, Kak ayo dong Kak nyanyi lagu darah juang kita gak bakal pulang nih Kak kalau kakak belum nyanyi, saat diskusi kemarin Yla juga bilang kalau Kak Kukuh nyanyi dia akan atraksi Wushu, video Kak Kukuh nyanyi Dan Yla atraksi akan ada di video perjalanan Oase Eksplorasi Yang akan saya upload kalau sudah jadi.

Bye ngiringinan

Setelah semua itu selesai Kami semua foto bareng, lalu semuanya bareng-bareng ke tempat nunggu bis, saat di homestay bu Cicil Kami diberitahu ternyata Susana ada gerombolan copet jadi taruh dompet kedalam tas, saat diperjalana, gak tahu dimana tempeku hilang, setelah naik bus itu Kami naik lagi tranjogja lalu Jalan sampai stasiun lempuyangan.

Bye Andro and Jogja

Saat di stasiun Kami makan dulu di sekitar stasiun, saya makan indomie rebus satu Dan indomie goreng satu, lalu setelah itu beberapa Dari Kami mengprint tiket, setelah itu Kami disuruh menulis Saran untuk kakak-kakak facilitator, saran saya waktu itu adalah untuk banyakin gamenya, setelah menulis Saran Kami menulis logbook untuk terakhir kalinya, Kami say goodbye ke Andro Dan langsung masuk kedalam kereta,

DeJüVu

saat di kereta saya merasa dejavu, seperti semua trip panjang saya, semua Yang terjadi dalam 8 hari itu terasa sangat cepat, seperti mimpi, hari keberangkatan terasa seperti masih kemarin, saat Kami sampai di stasiun senen para orangtua sudah menjemput Kami.

Setelah 8 hari gak mmegang smartphone perasaan saya saat melihat layar smartphone jadi agak aneh, tapi setelah beberapa saat saya terbiasa. 

The End

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan madi lalu sarapan, setelah itu saya meneruskan packing Yang belum selesai, setelah semua Sudah siap saya minta fotoin ke salah satu kakak-kakak facilitator, setelah itu Kami semua berkumpul di rumah bu Cicil

Day 7 besok pulang????

Pagi-pagi saya langsung sholat,mandi dan sarapan

Uvuvwevwevwe Onyetenyevwe Ugwemubwem Ossas

saat sedang sarapan kami mendengar anak tuan rumah sedang berusaha menghafal hardest name in Afrika yang sedang lumayan viral saat itu.

Tempe kaki

setelah sarapan kami langsung menuju rumah bu Cicil untuk meneruskan belajar tempe, kedelai itu sudah direndam semalaman perendaman itu membuat kulit ari kedelai hitam jadi mudah lepas, ada banyak cara untuk mengupas kulit ari, bisa menggunakan mesin, dan juga bisa menggunakan tangan, tapi karena saat ini kedelainya banya jadi cara melepas kulit arinya dengan cara diinjak-injak, setelah semua kulit arinya terkelupas, kedelai hitam itu dicuci beberapa kali setelah dicuci kedelai itu dikukus.

Cara uap vs cara tradisional

sambil menunggu kukusan kedelai kami disuruh untuk eksplorasi home industry sekitar, tempat pertama yang kami datangi adalah, rumah bu Cicil disana sorgum dan peternakan lebah, setelah dari rumah bu Cicil, kami mendatangi industry tahu, disana ada dua industry tahu perbedaannya cuma satu yang satu pakai uap dan yang satu pakai cara biasa, saat akan balik kami membeli kedua tahu itu untuk membandingkan rasanya, dan ternyata memang ada perbedaan, yang tidak pakai uap seperti ada rasa asapnya, dan yang uap tidak ada.

Nasi bakar organik

Setelah dari tahu saya sholat, dan menunggu teman sekelompok di rumah bu Cicil, untuk menunggu kelompok saya disana, setelah semuanya datang, kami bareng-bareng, naik sepeda menuju tempat nasi bakar organik, sambil menunggu makanan datang Kami diskusi tentang apa Yang akan menjadi project pribadi, kalau saya ingin membuat video perjalanan oase Eksplorasi.

Tempe lagi

Setelah makan aku ingin mengambil shot Kami semua sepedaan, jadi saya bisa merekam Dari depan, saat saya lagi membalap Yang lain Andro, Fattah Dan Kaysan malah ikut balapa, berusaha mendahului saya.

Saat sampai ke rumah but Cicil Kami meneruskan lagi membuat tempe, Kami semua berlom-lomba membuat tempe sebanyak-banyaknya, saat selesai saya berhasil membuat 5 tempe, Yang kata bu Cicil boleh dibawa pulang, dalam 3 hari tempe itu akan jadi.

Serem….

Setelah Kami belajar di rumah bu Cicil Kami disuruh kumpul lagi dirumah bu Gun untuk menulis logbook saat Kami Susah selesa, kakak-kakak facilitator pindah keruangan lain, saat kakak-kakak facilitator datang mereka membawa lilin, mematikan lampu, membuat suasananya menjadi agak Seram, lalu Kak kukuh bertanyaa: kalian pernah denger jelangkung gak, saya jawab, tahu Kak, ok kakak cuma nanya kata Kak Kukuh

Kesan-kesan

Jadi ternyata kenapa Kami menyalakan lilin Dan mematikan lampu itu Karena awalnya kakak-kakak ingin membuat api unggun, tapi Karena diluar keadannya basah jadi harus puas dengan beberapa Batang lilin, jadi Kami disuruh untuk menulis kesansan-kesan Kami saat Eksplorasi dI kertas itu, Yang menurut saya paling berkesan itu pada saat kakak-kakak ikut main werewolf,

Setelah itu Kami bertukar dengan Cara seperti: geser kertasnya kekiri 5 Kali, saat itu saya mendapat Yang punya Yla Dan Kaysan mendapatkan Yang punya saya, Saran Yang saya berikan untuk Yla adalah untuk coba membuat animasi Eksplorasi (ngomongnya gampang banget ya :P), Dan Saran Dari Kaysan untuk saya adalah untuk tidak terlalu banyak merekam, menurut saya ini tidak bisa dilakukan, lebih baik saya tidak merekam sama sekali, Karena bahkan dengan semua video Yang saya rekam saat itu, saya masih merasa videonya kurang.

Packing Dan tidur

Setelah saling memberi saran itu Kami semua pulang ke homestay masing-masin, untuk packing Dan tidur

Terlalu ngantuk

Setelah berkegiatan sepanjang hari saya jadi sangat lelah jadi saya hanya packing setengah Barang saya seperti waktu di Maitan.

Gak merasa ternyata besok udah harus pulang, kerasanya cepet banget rasanya baru kemari Kami turun Dari kereta.

Bersambung