tentang bintang sirkumpolar

diantara bintang bintang yang kita bisa lihat di bumi ada bintang yang terbit dan terbenam tapi ada juga

bintang yang tidak terbit dan tidak terbenam
Awalnya, kita harus mengetahui sistem tata koordinat ekuatorial yang berdasarkan lintang pengamat. Dalam takor (Tata Koordinat) ekuatorial ada 4 komponen yang berpengaruh:
– Lintang pengamat (Utara plus, Selatan minus)
– Ekuator langit (Tegak lurus dengan lintang pengamat)
– Deklinasi (Jarak bintang dari ekuator langit)
– HA/RA (Sudut jam bintang atau asensiorekta bintang)

Dalam penentuan bintang sirkumpolar atau bukan, kita hanya butuh 3 komponennya, yaitu Lintang, Ekuator langit, dan Deklinasi.

Cara menentukannya? Gampang, begini saja:
90 – deklinasi <= lintang
90 derajat dikurangi deklinasi bintang harus kurang dari atau sama dengan lintang pengamat

Misalkan:
Saya tinggal di Jakarta dengan lintang -6 derajat atau 6 derajat LS, bintang Betelgeuse (Deklinasi +07 derajat), apakah bintang Betelgeuse itu bintang sirkumpolar di Jakarta?

Perhitungannya:
90 – 7 <= -6
83 <= -6 (Tidak valid)
Berarti, Betelgeuse bukan bintang sirkumpolar di Jakarta

 

 

sumber: http://www.astronomi.us/2013/09/mengenal-apa-itu-bintang-sirkumpolar.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.