Blog

Pramuka Oase. Persiapan makan camping persera

MENU MAKAN

MAKAN MALAM : Nasi. Ayam ungkep goreng

 

SARAPAN : Roti dengan sosis goreng

 

MAKAN SIANG : Nasi dengan nugget

 

SNACK : Buah kurma dan timun

 

MINUMAN : air putih

 

CARA MEMBUATNYA :

Nasi: Dimasukkan kedalam sebuah panci, isi dengan 2 ruas jari air, lalu aduk dengan api kecil. Untuk semua makanan yang memnggunakan nasi, saya akan membawa beras lalu masak disana

Makan malam : beli ayam dan bumbu ayam goreng dipasar, cuci ayam sampai bersih, campurkan dengan bumbu ayam goreng diatas penggorengan, setelah kira-kira sudah matang, matikan api, lalu goreng

 

Sarapan : Saya bawa roti dan sosis dari rumah, digoreng disana

 

Makan siang : Nugget saya bawa dari rumah, lalu goreng disana. Sebetulnya awalnya saya mau membuat nugget sendiri, tapi takutnya nugget itu akan basi sebelum bisa dimakan.

 

Snack : Buah Kurma karna bagus untuk tenaga, timun karna mengandung banyak air

 

Sampah yang dihasilkan: Bungkus nugget, karena kalau dipindahkan dirumah takutnya basi. Semua sampah akan saya bawa pulang lagi

 

Day 8 Last day??

kok disitu

Saat diskusi kemarin Kami sudah janjian untuk kumpul di rumahnya bu Gun jam 6. Saat Kami sudah sampai ke rumah bu Gun Dan semuanya sudah lengkap Kami langsung menuju tempat Yang lumayan bagus untuk melihat sunrise, saat Kami menunggu matahari terbit saya Kira matahari itu akan muncul Dari tengah gunung, tapi ternyata mataharinya muncul Dari pinggir gunung, jadi setelah melihat sunrise Kami semua  ke tempat pembuatan madu mongso, sebetulnya Yang mau beli hanya saya Dan Yla tapi Karena nanti pengen Jalan lagi jadi semuanya ikut, saat didalam ibu penjual sekalian pembuat madu mongso ini cerita panjang sekali, sampe saya rasanya mau bilang ke Yang dijuar get me out, Karena takut kelamaan.

Ngajar

Sebelum saya pulang ke homestay untuk Mandi Dan siap-siap Yudhis ingin memperkenalkan saya dengan Tuan rumahnya Yang punya camera tapi gak tahu Cara pakenya, sebetulnya saya juga belajar saat ngajar itu, karena pertma kamera itu Nikon Dan kedua saya belum pernah pakai kamera itu, jadi saya ajari bapak itu basicnya seperti ISO shutter speed mode Yang harus digunaka, dan beberapa hal basic lainnya.

Yla atraksi Kak Kukuh nyanyi

Setelah Mandi, packing Dan foto bareng tuan rumah, saya Zaky pamit Dan langsung menuju rumah bu Cicil, saat sudah berkumpul Kami bilang ke Kak Kukuh, Kak ayo dong Kak nyanyi lagu darah juang kita gak bakal pulang nih Kak kalau kakak belum nyanyi, saat diskusi kemarin Yla juga bilang kalau Kak Kukuh nyanyi dia akan atraksi Wushu, video Kak Kukuh nyanyi Dan Yla atraksi akan ada di video perjalanan Oase Eksplorasi Yang akan saya upload kalau sudah jadi.

Bye ngiringinan

Setelah semua itu selesai Kami semua foto bareng, lalu semuanya bareng-bareng ke tempat nunggu bis, saat di homestay bu Cicil Kami diberitahu ternyata Susana ada gerombolan copet jadi taruh dompet kedalam tas, saat diperjalana, gak tahu dimana tempeku hilang, setelah naik bus itu Kami naik lagi tranjogja lalu Jalan sampai stasiun lempuyangan.

Bye Andro and Jogja

Saat di stasiun Kami makan dulu di sekitar stasiun, saya makan indomie rebus satu Dan indomie goreng satu, lalu setelah itu beberapa Dari Kami mengprint tiket, setelah itu Kami disuruh menulis Saran untuk kakak-kakak facilitator, saran saya waktu itu adalah untuk banyakin gamenya, setelah menulis Saran Kami menulis logbook untuk terakhir kalinya, Kami say goodbye ke Andro Dan langsung masuk kedalam kereta,

DeJüVu

saat di kereta saya merasa dejavu, seperti semua trip panjang saya, semua Yang terjadi dalam 8 hari itu terasa sangat cepat, seperti mimpi, hari keberangkatan terasa seperti masih kemarin, saat Kami sampai di stasiun senen para orangtua sudah menjemput Kami.

Setelah 8 hari gak mmegang smartphone perasaan saya saat melihat layar smartphone jadi agak aneh, tapi setelah beberapa saat saya terbiasa. 

The End

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan madi lalu sarapan, setelah itu saya meneruskan packing Yang belum selesai, setelah semua Sudah siap saya minta fotoin ke salah satu kakak-kakak facilitator, setelah itu Kami semua berkumpul di rumah bu Cicil

Day 7 besok pulang????

Pagi-pagi saya langsung sholat,mandi dan sarapan

Uvuvwevwevwe Onyetenyevwe Ugwemubwem Ossas

saat sedang sarapan kami mendengar anak tuan rumah sedang berusaha menghafal hardest name in Afrika yang sedang lumayan viral saat itu.

Tempe kaki

setelah sarapan kami langsung menuju rumah bu Cicil untuk meneruskan belajar tempe, kedelai itu sudah direndam semalaman perendaman itu membuat kulit ari kedelai hitam jadi mudah lepas, ada banyak cara untuk mengupas kulit ari, bisa menggunakan mesin, dan juga bisa menggunakan tangan, tapi karena saat ini kedelainya banya jadi cara melepas kulit arinya dengan cara diinjak-injak, setelah semua kulit arinya terkelupas, kedelai hitam itu dicuci beberapa kali setelah dicuci kedelai itu dikukus.

Cara uap vs cara tradisional

sambil menunggu kukusan kedelai kami disuruh untuk eksplorasi home industry sekitar, tempat pertama yang kami datangi adalah, rumah bu Cicil disana sorgum dan peternakan lebah, setelah dari rumah bu Cicil, kami mendatangi industry tahu, disana ada dua industry tahu perbedaannya cuma satu yang satu pakai uap dan yang satu pakai cara biasa, saat akan balik kami membeli kedua tahu itu untuk membandingkan rasanya, dan ternyata memang ada perbedaan, yang tidak pakai uap seperti ada rasa asapnya, dan yang uap tidak ada.

Nasi bakar organik

Setelah dari tahu saya sholat, dan menunggu teman sekelompok di rumah bu Cicil, untuk menunggu kelompok saya disana, setelah semuanya datang, kami bareng-bareng, naik sepeda menuju tempat nasi bakar organik, sambil menunggu makanan datang Kami diskusi tentang apa Yang akan menjadi project pribadi, kalau saya ingin membuat video perjalanan oase Eksplorasi.

Tempe lagi

Setelah makan aku ingin mengambil shot Kami semua sepedaan, jadi saya bisa merekam Dari depan, saat saya lagi membalap Yang lain Andro, Fattah Dan Kaysan malah ikut balapa, berusaha mendahului saya.

Saat sampai ke rumah but Cicil Kami meneruskan lagi membuat tempe, Kami semua berlom-lomba membuat tempe sebanyak-banyaknya, saat selesai saya berhasil membuat 5 tempe, Yang kata bu Cicil boleh dibawa pulang, dalam 3 hari tempe itu akan jadi.

Serem….

Setelah Kami belajar di rumah bu Cicil Kami disuruh kumpul lagi dirumah bu Gun untuk menulis logbook saat Kami Susah selesa, kakak-kakak facilitator pindah keruangan lain, saat kakak-kakak facilitator datang mereka membawa lilin, mematikan lampu, membuat suasananya menjadi agak Seram, lalu Kak kukuh bertanyaa: kalian pernah denger jelangkung gak, saya jawab, tahu Kak, ok kakak cuma nanya kata Kak Kukuh

Kesan-kesan

Jadi ternyata kenapa Kami menyalakan lilin Dan mematikan lampu itu Karena awalnya kakak-kakak ingin membuat api unggun, tapi Karena diluar keadannya basah jadi harus puas dengan beberapa Batang lilin, jadi Kami disuruh untuk menulis kesansan-kesan Kami saat Eksplorasi dI kertas itu, Yang menurut saya paling berkesan itu pada saat kakak-kakak ikut main werewolf,

Setelah itu Kami bertukar dengan Cara seperti: geser kertasnya kekiri 5 Kali, saat itu saya mendapat Yang punya Yla Dan Kaysan mendapatkan Yang punya saya, Saran Yang saya berikan untuk Yla adalah untuk coba membuat animasi Eksplorasi (ngomongnya gampang banget ya :P), Dan Saran Dari Kaysan untuk saya adalah untuk tidak terlalu banyak merekam, menurut saya ini tidak bisa dilakukan, lebih baik saya tidak merekam sama sekali, Karena bahkan dengan semua video Yang saya rekam saat itu, saya masih merasa videonya kurang.

Packing Dan tidur

Setelah saling memberi saran itu Kami semua pulang ke homestay masing-masin, untuk packing Dan tidur

Terlalu ngantuk

Setelah berkegiatan sepanjang hari saya jadi sangat lelah jadi saya hanya packing setengah Barang saya seperti waktu di Maitan.

Gak merasa ternyata besok udah harus pulang, kerasanya cepet banget rasanya baru kemari Kami turun Dari kereta.

Bersambung

Day 6 Sendirian

Pagi-pagi kami bangun untuk mandi, sholat dan siap-siap, setelah sholat, mandi dan sarapan kami pamit dan langsung menuju homestay bu gun untuk naik angkudes (angkutan kaya angkot) ke pantai depok dan pabrik mie letek.

Pantai depok

saat sampai ke pantai depok kami diberi 3 pilihan penangkapan, pengolahan dan pelelangan, kelompok saya memilih pelelangan karena menurut Yudhis itu yang paling gampang, karena saat itu pelelangan belum dimulai jadi kami lihat-lihat ke pasar dulu, saat pelelangan dimulai yudhis mulai mewawancarai pelelang yang ada disitu, setelah wawancara kami bilang terima kasih, dan naik angkudes lagi ke pabrik mie letek.

Gak makan lagi

sebelum menuju ke pabrik mie letek kami makan dulu di rumah makan yang menyediakan mie letek, saat disana saya tidak ikut makan karena saya belum tahu bumbu-bumbunya jadi saya memilih untuk beli nasi putis saja, karena saya selalu membawa abon.

Pabrik mie letek

saat kami sampai ke pabrik mie letek kami disuruh memberikan perwakilan dari satu kelompok untuk topik yang berbeda-beda ada proses, alat yang digunakan dan sejarah, saya memilih untuk mengambil yang proses, bersama Adinda dan Zaky, bahan-bahannya ternyata tidak terlalu rumit, hanya 3 bahan Tepung terigu, Tepung singkong dan  gaplek ketela, memang  bahannya tidak terlalu banyak, tapi prosesnya yang rumit,

pertama  proses penggilingan yang masih memakai sapi lalu adonan dimasukkan ke oven lalu dipres menjadi mie, setelah itu seluruh mie dijemur semalaman, setelah itu paginya mie letek di remdam didalam air selama 1 jam, setelah itu mie letek dijemur lagi selama 1 hari kalau cuaca buruk bisa 2-3 hari, setelah dijemur mie letek itu siap dibungkus.

Sendirian

habis dari pabrik mie letek kami balik ke dusun ngiringinan dan pulang ke homestay masing-masing untuk mandi dan siap-siap ke gereja kecuali saya, jadi ceritanya acara eksplorasi ini bertepatan dengan hari waktu yang katolik misa jadi semuanya kecuali saya mengantar yang katolik misa.

meretelin jagung sampe diajak nonton bola

jadi untuk menunggu yang lain mengantar misa, saya meretelin jagung aja, sampe diajak nonton bola didalam, saat yang nganter misa dateng (yang misa belum selesai), jadi kami semua, nonton bola sambil menunggu yang katolik misa.

Tempe

Setelah yang misa datang kami semua datang ke tempat bu cicil untuk belajar tempe disana kami belajar, ternyata tempe bisa dibuat dari banyak biji seperti dari kacang ijo, kedelai hitam, kedelai, dan lain lain.

setelah belajar tempe kami semua pulang ke homestay masing masing dan tidur

bersambung

Day 5 Pindahan, Gratisan dan Perdebatan

Pindah tempat

dsc_0288
Foto dengan tuan rumah Pak Mufit dan Bu Izty SOURECE;JALADWARA

Saya bangun dan langsung sholat, setelah sholat saya packing lagi barang-barang saya dan mengeluarkan hadiah saya untuk tuan rumah, kami janjian untuk ngumpul jam 7:30 di homestay gatotkoco, jadi saya minta kak Inu untuk datang dan fotoin.

Lamaaa

yang tidak enaknya dari homestay ini adalah masaknya lama, seperti sekarang yang ternyata makanannya baru dimasak saat jam 7:30, jadinya saya harus makan cepat-cepat, jadi lupa makan tempe kacang ijo yang saya minta gorengin kemarin.

Jalan

Setelah sarapan dan pamit kami langsung jalan ke homestay gatotkoco dan naik andong menuju terminal untuk naik bus ke terminal jombor, Yudhis memberitahu untuk tidak mengeluarkan dompet, hanya uang pas 15.000, karena waktu terakhir kami kami naik bus dari terminal jombor kami dimintai 20.000 karena ada yang mengeluarkan dompet.

ILLEGAL

saat sampai di terminal jombor kami langsung masuk ke halte transjogja  untuk naik bis arah SMA 7 Yogyakarta  saat saya duduk, bapak-bapak disamping saya bertanya:

Bapak HS illegal: Dari mana dek

Saya: Jakarta pak

Bapak HS illegal: sekolah dimana?

Saya: homeschooling pak

Setelah ngobrol beberapa menit

Bapak HS illegal: Kalo saya jadi presiden saya bakal buat HS jadi illegal

Saya: emang kenapa pak?

Bapak HS illegal: karena homescooling itu gak ikut kegiatan sekolah sama sekali dan hanya ikut ujian di akhir, kalo gak suka ama metode sekolah, kenapa pada akhirnya balik lagi ke sekolah itu untuk mendapatkan ijazah

Saya: ya kami terpaksa pak

Bapak itu juga sempat bilang kalau anak HS gak punya teman, saya paling senang kalau ada yang bilang kaya begini, karena dilawannya gampang

Saya lupa bapak itu bilang apa tapi intinya dia bilang bahwa anak HS gak punya temen, jadi saya jawab

Saya: Sebetulnya menurut saya yang gak punya teman itu anak sekolah, karena teman mereka hanya yang ada di sekolah

Bapak HS illegal: kan sekolah ada liburnya, waktu liburan kan bisa nyari teman

Saya: lah anak HS kan setiap hari libur terus pak.

bapak itu langsung ganti topik tapi masih topik mengenai HS, saat itu kami sudah sampai ke halte tujuan, jadi kami semua turun.

Saat aku melihat Yudis mukanya udah kusut karena kesal gak bisa ikut debat, sayangnya saya duduknya di bangku paling belakang dan yang lain agak jauh jaraknya dari saya.

Ngiringinan

setelah naik transjogja kami naik bus lagi ke tujuan selo lor, kenek bilang kami akan sampai dalam waktu 1 jam, saat sampai ada 2 nenek-nenek yang mengarah ke tempat yang kami tuju, jadi Yudhis bertanya tempat berkumpul kami, rumahnya bu cicil.

Titik kritis

saat sepeda datang kami semua pergi untuk mencari makan, kami semua memutuskan untuk makan di mie ayam yang kami lewati waktu lagi jalan menuju rumah bu cicil, saya sebetulnya tidak setuju dengan makan disitu, tapi disana tidak ada pilihan lain, saya tidak mau makan disana karena mie ayam mempunya sangat banyak titik kritis halal, seperti apakah ayamnya disembelih dengan benar, mie nya darimana dan yang paling sering, apakah penjual itu memakai angciu.

Gratis

karena mie ayam mempunyai terlalu banyak titik kritis jadi saya memutuskan untuk beli putih saja, karena saya bawa lauk abon, saat saya bilang mau beli nasi putih ibu penjual itu bilang “kalo nasi putih sebetulnya gak jual tapi gapapa nanti saya ambilin” saat ngasih nasi putih itu ibu itu juga bilang, nasi putih itu gratis karena sebetulnya ibu itu gak jual nasi, dan mungkin ibu itu kasihan ama anak kecil yang temen-temennya makan mie ayam dan dia gak 😛 , karena ngerasa gak enak dikasih gratisan, jadi saya juga beli es teh manis 2.

Nyari homestay

setelah makan kami semua berpencar untuk mencari homestay masing-masing, saya dan Zaky awalnya menempati homestay budhe Aan tapi kemudian ada perubahan rencana, jadinya kami menempati homestay bu Lastri, saat sedang bertanya kami bertemu Adinda dan Yla, yang sedang jalan-jalan, jadi mereka iseng ikut dengan kami, setelah bertanya beberapa kali akhirnya kami menemukan homestay yang kami cari, saat sampai di homestay kami mengucapkan kulo nuwun dan masuk kedalam, homestay yang kami tempati lumayan enak, kamar mandinya ada 2, jadi gak harus gantian waktu mau mandi, kamarnya ada kipas angin atapnya, ada colokan buat ngecas dan yang paling penting, rumah itu dekat dengan masjid, kekurangan rumah itu hanya satu, homestay kami itu homestay yang paling jauh dengan basecamp kakak-kakak fasilitator.

Jagung

setelah menaruh barang kami ber 4, sempat ngobrol dulu selama kira-kira 20 menit, kami semua pamit untuk menuju rumah bu gun, tempat yang jadi homestaynya kakak-kakak fasilitator dan yang perempuan, saat kami sampai di di homestay bu gun, saya melihat ada banyak jagung hibrida, jagung jenis itu gunanya untuk dijual dan dijadikan pakan ayam, tapi sebelum bisa dijual jagung itu haru dicabuti dulu biji bijinya, dan bonggol jagunya dibuat jadi tambahan kayu bakar, saya dulu pernah mencabuti bulir jagung ini juga saat di kebumen, jadi saya sudah lumayan terbiasa, karena masih menunggu yang lain saya minta izin ke yang punya rumah untuk meretelin bij jagung, dan saya dibolehkan.

img_20161216_162054_hdr

Diskusi

saat semuanya sudah berkumpul kami semua membuat logbook dan ngobrol tentang perbedaan maitan dan ngiringinan, yang mana yang lebih enak, kalau menurut saya ngirnginan lebih enak dusunnya karena jalannya sudah aspal dan reaksi orang saat mendengar kami berbicara dengan bahasa jawa sangat ramah.

saat diskusi kami diberi pilihan, mau meneruskan ngobrol disini, atau mau jalan-jalan naik sepeda (free time) kami semua memilih untuk main sepeda.

 

Hilang

saat free time kami memutuskan untuk menuju tempat dimana warga sekitar sedang melatih burung mereka untuk lomba, waktu saya ingin merekam saya lihat space video di kamera saya bertambah, seperti baru lagi, saat saya mau lihat video sebelumnya, video itu tidak ada, semuanya hilang, saat saya cek, apakah itu memory card yang sama, mungkin saya sudah mengganti memory card dan tidak ingat, itulah harapan saya, tapi ternyata tidak itu memory card yang sama dengan yang saya pakai saat di maitan, jadi prediksi saya memory card itu terformat saat kamera itu ada di kantong celana.

Main werwolf sama kakak-kakak

setelah sepedaan kami balik ke homestay masing-masing untuk mandi beres-beres dan sholat, setelah sholat kami datang lagi ke homestay bu gun untuk diskusi dan untuk mengerjakan logbook, saat semua sudah mau selesai, tiba-tiba mati listrik, karena suasananya pas jadi kami semua main werwolf, setelah beberapa ronde kakak-kakak fasilitator juga tertarik untuk ikut, jadi saat itu semua main.

Kejutan

setelah main kakak-kakak fasilitator mempunyai kejutan untuk kami, kelompok kami diacak lagi menjadi

Andro Ceca Yudhis

Fattah Kaysan Zaky

Adinda Donna Yla

setelah itu semuanya pulang ke homestay masing-masing dan tidur.

Bersambung