Blog

Super Blue Blood Moon

Super Blue Blood Moon atau dalam bahasa Indonesianya Bulan Biru Darah adalah gabungan dari tiga fenomena  yaitu, Supermoon, Blue Moon dan Blood Moon,

• Supermoon atau bulan super terjadi ketika bulan sedang berada pada titik terdekatnya dengan bumi, hal ini membuat bulan jadi terlihat lebih besar dan terang

• Blue Moon atau bulan biru adalah peristiwa ketika ada dua bulan purnama dalam satu bulan masehi, jadi ketika blue moon bulan itu tidak berubah warna sama sekali

• Blood Moon atau bulan darah adalah sebutan lain dari gerhana bulan total, karena pada puncaknya, bulan akan berwarna merah karena tertutup bayangan bumi.

 

Saat mendengar saya dipercaya untuk membantu jaga teleskop pada acara gerhana ini, saya sangat senang, karena saya sudah dipercaya untuk bertanggungjawab, kalau menjaga teleskopnya tidak terlalu susah tapi yang susah adalah membagi fokus ke membuat logbook, menjawab pertanyaan peserta, mengarahkan teleskop kalau kesenggol dan motret.

Gak bisa tidur

Pada malamnya saya agak susah tidur, memikirkan semua pertanyaan yang kemungkinan akan ditanya peserta dan jawabannya, setelah lumayan banyak baca-baca lagi tentang gerhana ini, saya akhirnya tidur.

Pagiii

Saya bangun pagi-pagi dan melakukan rutinitas pagi saya, setelah itu saya menyempatkan diri dulu untuk jalan sebentar ketempat teman-teman oase sedang kumpul, karena hari itu kebetulan adalah hari ulang tahun oase, setelah datang dan cuma ngobrol 15 menit, saya pun pulang dan langsung jalan naik ojek online.

Ngapain ya

Tadinya saya mau jalan kesana jam satu siang, tapi karena mendengar di grup Wa katanya dibutuhkan tenaga untuk merakit dan memindahkan teleskop, saya jadi jalan jam 10, tapi pada saat saya sampai, ternyata semua teleskop sudah dipindahkan, dan ternyata teleskop semuanya dirakit oleh masing-masing penjaganya, jadi akhirnya saya gak ngapa-ngapain sampai jam 2:30.

Dipinjemin Lensa 😀

Kami mulai dengan brifieng sebentar, setelah itu kami sholat Ashar, lalu mulai merakit teleskop, saya ada di teleskop 3 bersama kak Ronis, saat melihat saya menggunakan lensa 18-2oomm, kak Ronis meminjamkan saya lensanya (70-300mm), (simply mm (milimeter) yang lebih tinggi artinya zoom yang lebih tinggi).

Foto-foto

Saat semuanya sudah selesai dirakit, perserta mulai berdatangan, karena bulan belum keluar, akhirnya teleskop jadi properti foto dan para peserta foto dengan gaya yang beraneka ragam, saya harus memperingatkan setiap peserta satu-satu, untuk tidak menyentuh teleskop, karena takutnya bisa rusak kalau digerakkan dengan tidak benar.

Bulan Terbit

Ketika bulan mulai terlihat barisan diatur, dan peserta mulai melihat satu-persatu, saya sadar ternyata multitasking saat ini sangat susah, ada tiga hal yang saya perlu lakukan,

  • Pertama saya harus menjaga teleskop, karena selalu saja ada peserta yang tidak mendengarkan, saat orang didepannya sudah dibilangin untuk jangan menyentuh teleskop, mereka tetap saja menyentuhnya, yaaaa mungkin mereka terlalu semangat sampai lupa, sebetulnya mengembalikan teleskop setelah tersenggol sedikit tidak terlalu susah, yang masalah adalah kadang peserta yang sedang melihat itu gak bilang apa-apa ketika hilang, ditanya juga diem aja, bilangnya setelah satu menit, baru dia bilang, kok gak ada ya mas, dalam pikiran saya “dari tadi ditanya ada atau gak, gak jawab, ngomongnya baru sekarang” dan ketika disuruh gantian dia protes, ntar dulu dong mas saya kan baru liat, tapi ya itu hanya beberapa peserta saja, kebanyakan peserta mendengarkan semua larangannya.

 

  • Bikin Logbook, hal ini menurut saya hampir jadi yang tersulit, walaupun semuanya hampir sama sulitnya, karena saya harus menulis tangan ke sebuah kertas, karena menurut saya hal itu hampir tidak mungkin, saya jadi memanfaatkan Instagram story sebagai logbook, ketika ada sesuatu yang terjadi saya langsung bikin story berisi video hal itu, sedikit deskripsi dan waktu saat itu, dan hasilnya instagram story saya jadi titik-titik seperti seorang selebgram, tapi pada akhirnya cara itu berhasil

 

  • Memotret, karena salah satu target utama saya adalah mendapatkan foto SuperBlueBloodMoon ini, saya jadi harus membagi fokus juga ke memotret, yang pada akhirnya saya temukan tidak mungkin, jadinya saya dan kak Ronis yang menggunakan teleskop bermotor untuk memotret, bergantian menjaga teleskop, ketika kak Ronis selesai setting kameranya, saya gantian memotret, begitulah sampai kak Rezky datang, karena ada kak Rezky yang menjaga teleskop, saya jadi bisa fokus memotret, dibilang fokus juga tidak bisa, karena setiap saya mengecek hasil foto saya, ada saja peserta yang mau foto bulan yang ada di screen saya, awalnya hanya satu dua orang yang motret, tapi lama-lama sampai ada barisan antrian untuk memotret foto bulan yang ada di lcd saya.

Pada jam 18:35 peserta mulai melihat satu persatu

jam 19:20 bulan mulai tertutup awan, dengan harapan palsu awan terbuka setiap beberapa menit, untuk alternatifnya, teleskop diarahkan ke sirius

jam 20:00 awannya mulai makin rata, untuk alternatifnya kak Ronis berdiskusi seputar ilmu Astronomi

20:30 awan terbuka dan teleskop kembali diarahkan ke bulan

pada jam 21:48 suasana mulai sepi, hampir semua peserta sudah meneropong bulan

22:00 saya mulai meng-convert insta story saya menjadi logbook yang ditulis tangan

23:00 kami mulai merapihkan teleskop dan melakukan cek-list akhir

dan akhirnya pada sekitar tengah malam, semua teleskop sudah dibawa kedalam, dan siap dinaikkan ke ruang teleskop besok harinya, dan akhirnya saya bisa pulang.

Pulangnya saya dijemput papa, bunda, Syabil dan Syakira. Jam sudah menunjukan pukul 00.15 wib, kami memutuskan mampir dulu makan ke restoran padang Garuda di jalan Sabang. Perut kenyang dan bahagia.

 

 

 

 

 

Trip to Karimun Jawa

Day 1

Gak kapokkkkk

Setelah bersenang – senang membuat jurnal saat Oase Eksplorasi, saya kira saya sudah kapok membuat jurnal, tapi sepertinya saya sudah terkena virus jurnal yang disebarkan para mentor Oase Eksplorasi, yang membuat saya jadi suka membuat jurnal, jadi inilah jurnal perjalanan saya ke Karimun Jawa bersama Ecoethno.

Berangkattttt

Pagi – pagi saya bangun, bersemangat, mengingat hari ini adalah hari dimana saya akan memulai perjalanan, Sebetulnya kami janjian jam 8 malam di Bandung, tapi mengingat jalanan yang sangat macet, saya jadinya jalan jam 8 pagi menggunakan mobil travel, karena tiket kereta sudah habis semua.

8 JAMMMMM

Yap benar, perjalanan saya yang biasanya hanya 3 jam, jadi 8 jam. Melakukan perjalanan ke Bandung pada saat ini adalah keputusan yang sangat buruk, karena situasi jalanan lagi macet – macetnya, tapi mau bagaimana lagi, saya tidak bisa merubah tanggal acaranya, dan saya juga tidak bisa datang lebih cepat, karena jadwal saya yang padat, dalam 8 jam ini saya berusaha tidur, ditengah tidur saya, saya terbangun karena….. karenaaa…. bukan karena apa-apa, saya kebangun aja, tapi saat saya melihat pak supir perasaan saya jadi gak enak karena pak supir berubah jadi zombie karena pak supir terlihat mengantuk, dia sempat bilang “wah perlu kopi nih” , karena saya tidak mau supir kami tidur, saya jadinya mengajak dia ngobrol, dan setelah itu saya tidak bisa tidur lagi.

Akhirnya sampaiiiii

Setelah duduk selama delapan jam, berdiri rasanya sangat enak, saya merasa darah saya mengalir kembali, di situ saya dapat kabar bahwa saya akan dijemput oleh orangtuanya Naufal, teman klub Homescooling Oase yang juga ikut acara ini, saat sampai di hotel saya numpang mandi, karena rasanya gak enak banget kalau gak mandi dulu.

Tas

Saat sampai di meeting point kami di bandung, yang berada di Bccf (Bandung creative city forum), kami langsung briefing mengenai barang apa yang harus kami bawa, dan ternyata barang yang harus dibawa ada banyakkk, raincoat, tempat makan, tempat minum, baju ganti, toileteris dll, karena tidak mengira bakal bawa sebanyak ini, saya total jadi memakai 3 tas, satu tas punggung kecil, satu tas selempang, dan satu lagi tas selempang yang berisi kamera.

Berangkattttt

Setelah menyiapkan barang yang diperlukan, kami briefing dan perkenalan sebentar, setelah itu kami semua masuk bis, dari situ kami meneruskan perjalanan delapan jam menuju Semarang, saat ini kami memang seharusnya tidur, tapi beberapa ada yang begadang, termasuk saya, setelah cukup lama, saya akhirnya ngantuk juga.

Day 2

Makan dan foto-foto

Sebelum kami memulai amaizing race kami sarapan dulu, setelah makan kami foto-foto dulu disana untuk photostory kami, saya tidak mendapatkan foto yang bagus karena keadaan yang sangat tidak mendukung, pencahayaan cukup redup.

 

 

 

Kampung Pelangi

Kampung pelangi adalah tempat pertama yang kami harus datangi, disana saya mengobrol dengan bapak penjaga warung, saat saya tanya apakah masyarakat sekitar menyukai dicat menjadi warna pelangi, beliau bilang bahwa masyarakat disini senang karena ekonomi mereka meningkat, ada yang jualan makanan, ada yang buka warung dll.

 

Lawang Sewu

Setelah ke kampung pelangi, kami melanjutkan perjalanan ke Lawang Sewu, saat disana kami harus menunggu cukup lama untuk masuk, saat sudah masuk kami foto-foto dan melihat-lihat sedikit sejarah lawang sewu

Debat

Setelah makan, kami ditanya mau lanjut atau tidak, disanalah kami mulai debat, sebetulnya bukan debat juga sih, yaaa diskusi lah, karena jika semuanya satu-satu mengatakan pendapat mereka bakal repot, jadinya kami disuruh berdiskusi dengan kelompok sendiri, untuk memutuskan mau lanjut race atau tidak, kelompok saya memutuskan untuk tidak mau lanjut, karena mereka sudah

Hanya foto yang ini yang ada

lelah, setelah memutuskan mau bagaimana, perwakilan kelompok semuanya disuruh maju kedepan, memberi tahu alasan pendapat mereka, ada dua kelompok yang bilang gak mau lanjut, dan ada empat kelompok yang mau lanjut, argumen kelompok yang mau lanjut adalah, “sayang dong udah 

 

jalan jauh-jauh gak liat semuanya”  dan kelompok yang mau sudah aja adalah “beberapa kelompok udah ada yang capek, kasian nanti kalau ada yang kecapean dan jadi sakit”, untuk menengahinya kami diberikan pilihan untuk, menunggu di bis aja, atau lanjut race, dan akhirnya tidak ada yang ikut bis, semuanya lanjut race.

Akhirnya tidur di kasur

Setelah hari yang melelahkan, rasanya sangat enak bisa tidur dengan posisi tiduran, mengingat hari sebelumnya saya pegal-pegal tidur duduk, sangat susah mendapat posisi yang enak, karena belum bisa tidur, saya menyalakan tv untuk melihat ada apa, dan ternyata ada film yang lumayan seru, tapi menonton tv malah membuat saya mengantuk, karena iklannya yang saaaaaaaaangat lama, jadi akhirnya saya tidur.

Day 3

Berangkat ke karimun jawa

Pagi-pagi kami bangun, sholat subuh, packing barang yang dikeluarin, lalu jalan ke pelabuhan untuk naik kapal ke Karimun Jawa, di perjalanan ada yang tidur, main hp, main poker dan ada juga yang main werwolf, saya main werwolf sebentar lalu tidur, saat bangun, saya sudah ada ditengah laut mengapung sampai di Karimun Jawa.

Sampai

Saat sampai di Karimun Jawa kami diantar ke penginapan dengan beberapa mobil, saat sampai saya sedikit kaget dengan ukuran pulau ini, karena ukurannya jauh lebih besar dari yang saya pikirkan, saat sampai di villa, kami gantian mandi dan setelah mandi kami makan siang.

Mangroove

Setelah makan siang kami jalan-jalan ke Tracking Mangroove, disana kami jalan-jalan keliling hutan mangroove sambil foto-foto, 

Pantai

Setelah jalan-jalan ke hutan mangroove kami terus ke pantai untuk melihat sunset, sayangnya kami tidak bisa menetap disana sampai malam, karena banyak peserta yang masih kecil, jadi akhirnya saya hanya bisa melihat langit sunset yang indah dari kaca mobil.

 

Alun-Alun

Malamnya kami jalan ke alun-alun untuk jajan dan melihat-lihat, disana langsung tercium bau harum berbagai macam makanan, juga langsung terlihat banyak asap yang mengepul dari gerobak para penjual ikan bakar, setelah melihat dan memotret sedikit, kelompok kami memilih untuk jajan di warung saja, diwarung kami membeli minuman, kebanyakan membeli minuman soda.

Astrofotografi

Setelah dari alun-alun saya berusaha mendapatkan foto Astrofotgrafi karena saya tahu langit disini sangat bagus, tapi sayangnya langit disana sedang sangat mendung, jadinya saya hanya bisa mendapatkan foto bulan.

Begadang

Setelah jalan-jalan kami makan malam dan tidur, atau bisa dibilang harusnya tidur, karena saya dan beberapa peserta lain begadang, ini pertama kalinya saya begadang di acara jalan-jalan seperti ini, menurut saya ini karena jadwalnya yang bisa dibilang senggang, saat begadang saya pertama kalinya main poker, dan ternyata tidak terlalu susah cara mainnya, lama-kelamaan teman-teman yang lain mulai mengantuk dan balik ke kamarnya, saat itu sudah jam 12, karena takut kesiangan bangunnya, saya jadinya tidak tidur, saya menghabiskan waktu dengan me-review foto, memilih yang bagusnya, lalu saya coba edit untuk melihat hasilnya, setelah itu saya sholat sunnah lalu sholat subuh di masjid.

Day 4

Ikan asin

Setelah menunggu lumayan lama, peserta dan kakak-kakak mentor pun akhirnya bangun satu-persatu, saat semuanya sudah bangun, kami langsung sarapan lalu jalan ke dermaga untuk snorkeling dan bakar ikan, tapi sebelum itu, kami hunting dulu sebentar untuk bahan photostory kami, saya bertemu seorang ibu-ibu yang sedang menjemur sesuatu, karena penasaran, saya dekati dan tanya, “ini lagi ngejemur apa bu?” ibu itu menjawab “ini lagi jemur ikan buat ikan asin”, ternyata saat itu tangkapan nelayan sedang sedikit, karena itu ibu ini terpaksa memakan ikan asin untuk makanan sehari-hari, Setelah berjalan-jalan lagi, saya tidak melihat orang yang enak untuk diwawancarai, karena kebanyakan orang terlihat sedang sibuk dengan urusan meraka masing-masing.

 

 

Keputusan terburuk dan terbaik

Setelah menunggu cukup lama, perahu yang akan membawa kami akhirnya sampai juga, setelah mengenakan live jacket, kami semua langsung naik, karena saya pikir ombaknya tidak terlalu parah, saya meminta untuk berdiri didepan, awalnya berdiri didepan itu menyenangkan, saya mengeluarkan kamera saya dan langsung foto-foto, tapi ternyata laut dermaga jauh lebih tenang dibandingkan laut antar pulau, karena tiba-tiba perahu kami jadi jumping-jumping mengarungi ombak, rasanya seperti menaiki wahana extreme dufan, tapi sambil berdiri, dan nyawa kedua (kamera) taruhannya, karena saat itu saya menggunakan Cannon 7D yang tidak tahan air, jadi beberapa cipratan air asin sudah cukup untuk merusak kamera itu, pada akhirnya saya dan kamera saya selamat, “ini adalah keputusan terburuk dan terbaik” itulah yang saya pikirkan, terbaiknya karena jika saya duduk saya akan terkena banyak cipratan, dan terburuknya adalah saya tidak titip aja ketempat barang, yang tadinya saya kira juga bakal kena cipratan, tapi ternyata tidak.

Bakar ikan

Karena peralatannya tidak cukup, kami jadi harus dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok snorkeling dan yang satunya bakar ikan di pulau, kami akan bergantian ketika sudah dua jam, atau kalau sudah capek, sebelum bakar ikan kami harus mengeluarkan dulu insang dan isi perut ikan itu, setelah bersih dari insang dan isi perut, ikan itu dicuci sampai bersing, setelah itu ikan siap dibakar.

Snorkeling

kelompok yang snorkeling duluan ternyata pulang lebih cepat, karena mereka sudah capek, mendengar itu, kami semua langsung semangat dan langsung naik ke kapal, dan ya… saya diri didepan lagi, karena memang menurut saya seru, saat sampai di spot snorkeling, kami memakai peralatan dan langsung nyebur, karena saya ngerasa gak enak kalau pake pelampung, jadi saya izin untuk melepasnya, setelah melepas live jacket semuanya jadi jauh lebih seru, karena saya jadi bisa menyelam-nyelam.

Makannnnn

setelah puas berenang-renang dan melihat-lihat laut karimun jawa yang indah, kami pun kembali ke kapal dan makan ikan bakar yang kami bersihkan tadi, rasanya enak bisa makan ikan bakar setelah lelah berenang, ikan bakar ini memang tidak sempurna, karena kadang ada yang gak bener ngebersihinnya, tapi ikan bakar ini tetap enak.

Sendal illang

setelah makan kami main-main sebentar di pulau, ada yang main poker, main pasir dll, saat sudah waktunya untuk naik ke kapal untuk berangkat snorkeling, sendal saya hilang, sepertinya ini karena saya menaruh sendal saya terlalu dekat dengan air, karena area dekat pulau itu dangkal, kami jadi harus menyebrang sedikit, area itu penuh dengan karang-karang yang memang tidak terlalu tajam, tapi tetap sakit jika diinjak dengan kaki tanpa sandal, karena itu, kami terpaksa naik kayak yang dibawa oleh kakak-kakak mentor untuk main-main.

Sandal hilang = kesempatan main hilang

saat sampai di spot snorkeling, atau bisa juga dibilang spot main, karena ini lebih untuk main-main, lokasinya disamping gosong, jadi kami bermain di gosong itu, dan ternyata kami harus mengenakan sendal, karena tempat itu cukup dangkal, dan disana kadang ada ikan batu, jadi akhirnya saya tidak ikut, saya hanya foto-foto saja, saya mengambil foto ini dengan kamera hp, karena terlalu malas membuka rain cover tas kamera.

 

Tidur

setelah hari yang menyenangkan dan melelahkan, kami akhirnya pulang, mandi, makan dan akhirnya saya tidur. Sama seperti malam pertama di karimun jawa, saya tidak tidur malamnya, pada jam lima saya sudah packing dan mandi, tak terasa sudah waktunya pulang, setelah menunggu sampai semuanya siap, kami semua naik mobil ke pelabuhan, disana kami langsung masuk ke kapal, setelah kami dihitung, dan kapal nya jalan, kami boleh jalan-jalan, atau kalau untuk saya, tidur di lantai kapal denga sleeping bag, saya tertidur dengan pulas sampai tujuan.

Angciu

Setelah kami dijemput di pelabuhan jepara menggunakan bis, kami mampir dulu di sebuah restoran untuk makan siang, saat melihat makanan yang disajikan saya langsung ragu, karena di makanan itu ada tumisan, biasanya tumis-tumisan menggunakan bumbu yang bernama angciu, bumbu ini mempunya kandungan 15-30% khamar, karena itu, saya memutuskan untuk bertanya, ini pake angciu atau tidak, saya memita untuk bertanya ke chef-nya, dan dia bilang masakan disini tidak pakai angciu, karena itu saya bisa dengan tenang makan, saya sampai nambah tiga kali “:3

Sampai ke Bandung

setelah perjalanan yang panjang, saya akhirnya sampai ke bandung, dari sana saya naik kereta untuk pulang kerumah.

Day 1- Akhirnya berangkat

Kecepetan

Karena takut terlambat, saya berangkat lebih cepat dari seharusnya. Saya pilih naik ojek motor online daripada naik commuterline, walhasil sampainya disana saya bukan disambut oleh teman -teman tapi malah disambut oleh truk-truk yang terparkir rapih. Setelah berkeliling di area dekat meeting point kami, saya bertemu dengan Husayn dan ayahnya om Faisal, tidak lama setelah itu teman-teman yang lain pun mulai bedatangan.

 

Masuk ke kapal

Saat masuk kedalam kapal kami langsung mengklaim kursi kami, karena sebelumnya saya ikut survey jadi saya tahu kursi mana yang enak, yakni kursi yang dipojok, tapi sayangnya kursi itu telah diklaim oleh teman-teman yang lain.

Jalannnn

Setelah briefing dan absen kami menyuruh kapal jalan  kami duduk dan menunggu kapal jalan, saat kapal jalan ada beberapa anak yang keluar ke dek untuk foto-foto,

Kasur

Awalnya semuanya  mau duduk dibangku atas, dan tidak mau duduk dikasur bawah, karena ada kebocoran informasi saat kami survey yang mungkin benar mungkin tidak, info itu adalah: “Kasur dibawah tempatnya bau dan penuh sama orang”

Info itu ada benarnya, karena memang saat kami survey tempat kasur yang dibawah itu memiliki bau yang kurang sedap, bau itu adalah kombinasi dari bau toilet, keringat dan makanan dan juga kasur dibawah itu seperti sedang ada arisan ibu-ibu.

Tapi semua berubah ketika Negara api menyerang ada yang mengecek kebawah, dan ternyata saat itu dibawah tidak terlalu banyak orang dan bau tidak sedapnya tidak terlalu kuat, jadi karena itu kebanyakan dari kami langsung memindahkan tas kebawah.

Wawancara

©Pintrest

Saat kami sedang asik mengobrol, kakak mentor kami yang baik hati memberikan kabar yang sangat menyenangkan, yaitu mengingatkan kami harus mewawancara satu penumpang dikapal itu, dari situ semuanya langsung mencari narasumber masing-masing, saat saya ke dek saya melihat ada seseorang yang sedang memotret pulau yang sedang kami dekati, yang spesial dari orang ini adalah dia menggunakan kamera 1DX dan lensa Canon 70-200 jika tidak ada bayangan kamera apa yang dia gunakan ini adalah foto kamera dan lensanya

Karena ingin tahu juga siapa orang itu, kerja dimana dll, saya memutuskan untuk mewawancarainya, tapi karena dia sedang sibuk memotret saya menunggu dulu sampai dia masuk kedalam kabin, dan saat dia masuk , tau – tau dia tidur, “mungkin dia bakal bangun dan bisa diwawancara saat itu” saya pikir, akhirnya karena saya mengantuk juga, jadi saya tidur dulu. Saya terbangun oleh suara kapten kapal yang mengumumkan bahwa kami sudah sampai ke pulau harapan, karena sudah sampai saya sudah tidak punya harapan, jadi saya akan mewawancarai di pulau harapan. Ahhh selalu ada harpan.

Wah pak gurunya nih

Saat keluar kapal beberapa dari kami ditanyakan mau kemana, tapi saat saya keluar orang yang bertanya itu bergumam oh ini pak gurunya nih, yahh…. sudahlah.

Laparrr

Sebelum kami berkenalan dengan orangtua inang masing-masing, kami makan siang dulu, karena hampir semuanya lapar piring yang berisi nasi itu kosong dengan cepat.

Berkenalan

setelah makan kami brifieng sebentar, lalu berkenalan dengan keluarga inang masing – masing kelompok, saya sekelompok dengan Fattah dan Zaky, bapak inang kami bernama pak Syarifudin, mukanya terlihat seperti orang yang serius, tapi ternyata beliau suka bercanda.

 Sirkus

Setelah mengobrol dengan keluarga inang, kelompok kami dan kelompok lain memutuskan untuk jalan-jalan keliling pulang, saat saya memberitahukan ada jembatan yang terdiri dari hanya dua batang bambu kebanyakan teman-teman tidak ada yang mau kesana, karena saya Adinda, Kaysan, Yudhis dan Zaky sudah survei di pulau ini kamilah yang menjadi penunjuk arah, dan karena kami adalah teman yang baik kami mengarahkan teman-teman kami ke jembatan yang hanya terdiri dari dua batang bambu dan tanpa pegangan.

SAMPAHHH

Setelah dari sana kami berjalan-jalan lagi, dan menemukan sebuah tempat dengan tulisan dilarang membuang sampah disini, tapi…. Lihat saja fotonya deh

Taman Bermain

Dari sana kami jalan menuju taman bermain yang ada didekat pelabuhan, dan semua permainannya sangat cocok untuk kami semuanya untuk anak kecil dan

kebanyakan rusak. Permainan yang bisa kami mainkan hanya satu, yakni dua buah ayunan. Tapi itu tidak menghentikan kami dari bermain, kami berimprofisasi dan membuat mainan rusak seru dimainkan, ada yang manjat tiang, yang ternyata ada semutnya, ada yang gelantungan dan ada yang menonton dengan terhibur.

Tergoda

Karena kami berjalan-jalan cukup lama dibawah mentari yang panas dan membuat haus, karena berjalan cukup lama, persediaan air kami semua habis, karena itu kami tergoda untuk membeli air mineral kemasan di warung, dan akhirnya kami membeli air itu, hal ini sebetulnya cukup dilarang, karena salah satu peraturan kami saat Eksplorasi adalah zero waste.

Jebakannn

Saat selesai jalan-jalan kami kembali kerumah keluarga inang kami, disana Zaky yang pertama kali mandi, saat Zaky selesai mandi makanan sudah siap dan kami disuruh makan dulu, jadi saya dan Fattah hanya cuci muka dulu lalu makan malam.

Pak. S: “kalian tahu gak kalo nelayan disini umpannya apa ?’

Mengatakan ini dengan suara serius

Z: “setahuku biasanya pake cacing, pak”

Zaky dengan serius menjawab

Pak. S: “salah”

Mengatakan sambil sedikit nyengir

Z:”kalau gitu apa pak?”

Dengan penasaran bertanya

Pak. S: “nasi uduk”

Fattah dan terutama Zaky terlihat bingung, dan saya senyum-senyum aja karena saya tahu Zaky telah masuk jebakan betmen pak Syarifudin, setelah beberapa detik Zaky bingung pak Syarifudin dan keluarganyanya mulai tertawa, dan ternyata firasat saya benar, ini adalah jebakan, Zaky degan bingung pun ikut tertawa “umpannya nelayan ya nasi uduk, emangnya nelayan mau makan cacing, kan yang ditanya bukan ikannya” dan semuanya tertawa lagi.

Day 2- Snorkeling

Gak ada orang

Pada jam 5:45 Saya Fattah dan Zaky sudah siap di  dermaga pelabuhan pulau harapan untuk acara bersih pantai dan snorkeling bersama kakak-kakak dari balai konservasi, tapi karena kami anak yang rajin, kami lupa jadwal sudah diganti menjadi kumpul pada jam 6:30.

Wawancara

Karena kelompok lain dan mentor belum datang, saya jadi mendapat kesempatan untuk wawancara, saya mewawancarai pak Bejo, kami tidak bisa terlalu banyak ngobrol karena beliau sedang kerja, Beliau adalah seorang tukang sapu pasukan kuning taman pulau harapan, beliau awalnya bekerja menjadi awak kapal, tapi pada tahun 2014 beliau berganti profesi menjadi tukang sapu taman.

Akhirnya datang

Yang kedua datang ke pelabuhan adalah kelompoknya Kaysan, setelah itu kelompok-kelompok lain dan mentor mulai berdatangan.

Berlayarrr

Setelah semunya sudah kumpul, kami briefing sebentar, setelah briefing kami memakai jaket pelampung dan langsung masuk ke kapal, perjalanan menggunakan kapal nelayan sangat berisik karena mesinnya berada ditengah-tengah kapal, karena itu kami tidak ada yang bisa mengobrol

 

Ibukota Jakarta

Saat sudah dekat dengan pulau tujuan kami ada plang besar bertuliskan Ibukota Jakarta. Baru tahu saya Jakarta punya ibukota, tapi saat mendekat bisa terlihat ada tulisan lainnya, silahkan dilihat saja fotonya

Pemulung Internasional

Di pulau Kayu Angin Bira ini kami akan menjadi pemulung melakukan operasi semut, saat briefing kami disarankan untuk membawa satu karung buat dua orang, tapi karena karung kami banyak jadinya satu-satu aja, saya akhirnya mengambil sampah 1 karung dan 2 trash bag.

Snorkeling

© kak Anne

Dari pulau KYB kami mampir ke dekat pulau macan untuk snorkeling, disana kami dibagi menjadi beberapa kelompok, berdasarkan siapa yang turun duluan, setelah beberapa waktu saya meninggalkan kelompok karena mereka akhirnya cuma foto-foto, karena bosan dengan aman, saya minta izin untuk buka jaket pelampung, saat saya lepas saya langsung merasa tenggelam karena tiba-tiba tidak mengapung lagi, tapi setelah beradaptasi semuanya kembali normal.

PERANGGG

Setelah snorkeling kami mampir dulu ke pulau perak untuk makan siang, setelah makan, karena free time kami semua main air di pantai, dan Dhifie memulai perang yang sangat annoying yaitu masukin pasir kedalam celana atau baju.

ROKOK

Setiap malam semuanya anak akan didatangi mentor masing-masing untuk meng-cek jurnal kami, kemarin lokasi bertemu mentor kami adalah di rumah orangtua inang kami, tapi kali ini kami ingin lebih focus jadi kami memilih duduk di dekat taman bermain, dan tiba-tiba

 

Kakek:” HEH situ, minta rokok” *ngomong ke kak opal

Kak. O:” hah? apaan rokok?” *dengan bingung

Kakek: “IYA minta rokok, punya rokok kan lu ?” *saya gak tahu kenapa langsung mengecek kantong untuk melihat ada rokok atau gak. Aneh ya…

Kakek: “NAH tuh lu punya rokok kan ?” *saya menyesal dan bingung kenapa saya ngecek kantong

Kak. O: “di sini gak ada yang ngerokok pak” *dan kakek itu pun pergi