Blog

Day- 3 Melaut dan sunset

Tangkapan sedikit

Pagi-pagi saya sudah siap untuk melaut bersama pak Syarifudin, saat sudah dilaut tangkapan pak Syarifudin tidak bagus, dan beliau terlihat pusing memikirkan uang bensin yang tidak ke tutup, karena melihat mood pak Syarifudin sedang tidak enak, saya tidur dulu, ya saya ditawari untuk tidur dikapal, jadi saya tidur sebentar, saat saya bangun matahari sudah sangat panas, dan posisi saya tidur, berada tepat dibawah matahari, saat itu sudah jam 12:00, dan tangkapannya masih sedikit, jadi akhirnya pada jam 14:00 beliau mengangkat jangkar dan pulang.

Cerita lengkap tentang pak Syarifudin, bisa dilihat di essay foto saya.

Panas

Saat saya membantu beliau mengangkat jangkar, saya tidak bisa diam ditempat, saya bisanya loncat-loncat karena permukaan kapal sangat panas saat terkena matahari, dan yang hebatnya, ketika saya loncat-loncat merasa kaki sudah berubah menjadi kaki panggang, pak Syarifudin dengan biasa saja berdiri sambil mengangkat jangkar.

Berputar-putar

Saat sudah kembali ke daratan saya tidak tahu mau ngapain, jadi saya ikut Kaysan dan Yudhis mengikuti Zaky, saat itu Zaky sedang mencara rumah yang sudah tua, saat dapat arahannya dan sampai di rumah yang dicari, Zaky mengobrol denan tuan rumahnya, yang sudah nenek-nenek, dari yang saya lihat Zaky sepertinya tidak terbiasa ngobrol dengan nenek-nenek, yang kalo ditanya satu hal jawabnya hal lain, dan karena saya teman yang baik, saya senyum-senyum saya melihat Zaky kebingungan dan frustasi

 

Teman yang baik

Sejak awal kami memang sudah berniat untuk foto bersama, tapi kami menunggu momen yang tepat, dan akhirnya momen yang tepat itu datang, sebuah sunset diatas laut, ditambah dengan langit yang jika difoto dengan angle tertentu mempunyai warna kehijau-hijauan, saat melihat ini kami semua langsung mau foto bareng didepan sunset, dan karena kami teman yang baik, kami meninggalkan yang lagi wawancara entah dimana, sebetulnya karena takut momennya ilang,

 

©Kak Lini

 

Oase Eksporasi tahun lalu ©Yudhis

 

Day 4- Pulang

Setelah berfoto dengan keluarga inang, kami berkumpul di meeting point dekat pelabuhan, setelah kami semua sudah berkumpul, kami masuk kedalam kapal, lalu berangkat, seperti sebelumnya, ada yang tidur, ada yang ngobrol, ada yang foto-foto dan juga ada yang dance k-pop.

Saat dikapal saya sempat bermain werwolf dengan beberapa teman yang lain, dan juga kak Opal, mentor kami juga ikut main, sayangnya saya dan kak Opal jadi werwolf, tadinya saya sudah berniat membunuh kak Opal.

Setelah mengobrol, bermain dll untuk mengusir bosan, akhirnya ada suara dari speaker kapal, suara kapten mengumumkan bahwa kami sudah sampai di pelabuhan Sunda Kelapa.

Indahnya sebuah perjalanan adalah saat menuju pulang dan rumah adalah tempat terindah seantero bumi.

 

Rencana Output Eksplorasi 2017

Akhirnya Eksplorasi 2017 selesai, setelah persiapan lebih dari 4 bulan, mulai dari merencanakan acara untuk dana perjalanan, persiapan acara itu, perencanaan perjalanan, survei pelabuhan, survei pulau yang mau dituju, merencanakan output, semua itu hanyalah sebagian dari hal yang kami kerjakan untuk persiapan perjalanan ini.

Karena itu, sangat disayangkan jika setelah perjalanan kita tidak mendapatkan apa-apa selain foto dan pengalaman, jangan salah paham, foto dan pengalaman memang hal yang penting, terutama pengalaman, tapi alangkah bagusnya jika saya bisa memaksimalkan perjalanan ini, karena itu saya akan membuat essai foto untuk output saya.

lebih tepatnya lagi, saya akan membuat kumpulan foto-foto dengan deskripsi, yang mungkin nantinya akan saya jadikan buku/ebook, karena perjalanan ini hanya 4 hari 3 malam, tidak mungkin saya bisa meng-cover keseluruhan pulau, jadi karna itu, saya membuat essai foto ini dengan tema nelayan, salah satunya karena orangtua inang saya adalah seorang nelayan, jadi saya bisa ikut melaut.

Rencana Output Eksplorasi 2

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, rasanya baru kemarin kami pasukan Oase penggalang mendiskusikan cara penggalangan dana untuk Eksplorasi tahun ini, dan sekarang saya sudah sedang mengerjakan tantangan terakhir Eksplorasi 2017.

Tantangan itu adalah untuk membuat contoh output kami saat Eksplorasi 2017, karena lokasi yang kami pilih untuk Eksplorasi 2017 ini adalah Sepulauan Seribu atau lebih tepatnya lagi di pulau Harapan, menurut saya ini adalah kesempatan yang bagus untuk memotret benda langit karena lokasinya yang lumayan jauh dari pulau jawa, rencananya saya akan memotret Bulan, Milky Way dan Konstelasi OrionFoto moon

 

6428b9e5-9647-4a08-a8ac-8268f989b4ea

 

dan Konstelasi Orion, karena sudah membawa kamera, saya juga mau sekalian membuat foto jurnalistik yang bertemakan keseharian nelayan.

Kalau keadaan memungkinkan saya ingin ikut nelayan setempat melaut, karena dari situ saya bisa banyak bertanya/mengobrol dengan mereka, salah satu hal yang saya ingin tanyakan adalah tehnik navigasi macam apa yang mereka gunakan, karena saya pernah mendengar bahwa nelayan-nelayan di Kepulauan Seribu ada yang menggunakan bintang untuk alat navigasi.

Selain bertanya itu saya juga akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang lain yang bisa dilihat di mindmap dibawah ini

 

22dd2300b06611e788184b199148dd38.map

Dan untuk gambaran bagaimana tulisan saya nantinya, dibawah ini adalah tulisan saya tentang tempe.

 

Pada suatu pagi yang cerah di sebuah dusun bernama dusun Maintan di Jogja, saya dan teman-teman satu tim melakukan perjalanan ke tempat pembuatan tempe, sesampainya ditempat pembuatan tempe itu kami langsung meminta izin untuk masuk dan melihat-lihat sambil mengobrol, pembuat tempe ini bernama bu Sri beliau berumur 78 tahun, walaupun umurnya yang sudah tua badan beliau masih terlihat kuat, bahkan saat mengambil air dari dalam sumur yang saya agak kesulitan menimbanya karena berat beliau terlihat dengan mudah saja menimbanya.

Beliau sudah membuat tempe sejak kecil, membuat tempe adalah pekerjaan turun temurun keluarganya, sayang sekali generasi muda dijaman sekarang sudah sedikit yang mau membuat tempe untuk pekerjaan, kebanyakan dari mereka memilih untuk bekerja di kota.

Proses pembuatan tempe tidak sesusah yang saya kira, pertama-tama kacang kedelai direndam dulu selama semalam, lalu setelah perendaman itu kulit ari kedelai dikupas dengan cara diinjak-injak setelah itu kedelai dicuci beberapa kali, ketika sudah bersih kedelai itu dikukus, setelah dikukus kedelai itu diberi ragi, setelah diberi ragi kedelai itu dimasukkan kedalam cetakan daun pisang yang kita biasa lihat dipasar

 

Diatas itu adalah contoh gaya menulis yang akan saya gunakan

 

 

Pramuka Oase. Persiapan makan camping persera

MENU MAKAN

MAKAN MALAM : Nasi. Ayam ungkep goreng

 

SARAPAN : Roti dengan sosis goreng

 

MAKAN SIANG : Nasi dengan nugget

 

SNACK : Buah kurma dan timun

 

MINUMAN : air putih

 

CARA MEMBUATNYA :

Nasi: Dimasukkan kedalam sebuah panci, isi dengan 2 ruas jari air, lalu aduk dengan api kecil. Untuk semua makanan yang memnggunakan nasi, saya akan membawa beras lalu masak disana

Makan malam : beli ayam dan bumbu ayam goreng dipasar, cuci ayam sampai bersih, campurkan dengan bumbu ayam goreng diatas penggorengan, setelah kira-kira sudah matang, matikan api, lalu goreng

 

Sarapan : Saya bawa roti dan sosis dari rumah, digoreng disana

 

Makan siang : Nugget saya bawa dari rumah, lalu goreng disana. Sebetulnya awalnya saya mau membuat nugget sendiri, tapi takutnya nugget itu akan basi sebelum bisa dimakan.

 

Snack : Buah Kurma karna bagus untuk tenaga, timun karna mengandung banyak air

 

Sampah yang dihasilkan: Bungkus nugget, karena kalau dipindahkan dirumah takutnya basi. Semua sampah akan saya bawa pulang lagi