Day 2- Snorkeling

Gak ada orang

Pada jam 5:45 Saya Fattah dan Zaky sudah siap di  dermaga pelabuhan pulau harapan untuk acara bersih pantai dan snorkeling bersama kakak-kakak dari balai konservasi, tapi karena kami anak yang rajin, kami lupa jadwal sudah diganti menjadi kumpul pada jam 6:30.

Wawancara

Karena kelompok lain dan mentor belum datang, saya jadi mendapat kesempatan untuk wawancara, saya mewawancarai pak Bejo, kami tidak bisa terlalu banyak ngobrol karena beliau sedang kerja, Beliau adalah seorang tukang sapu pasukan kuning taman pulau harapan, beliau awalnya bekerja menjadi awak kapal, tapi pada tahun 2014 beliau berganti profesi menjadi tukang sapu taman.

Akhirnya datang

Yang kedua datang ke pelabuhan adalah kelompoknya Kaysan, setelah itu kelompok-kelompok lain dan mentor mulai berdatangan.

Berlayarrr

Setelah semunya sudah kumpul, kami briefing sebentar, setelah briefing kami memakai jaket pelampung dan langsung masuk ke kapal, perjalanan menggunakan kapal nelayan sangat berisik karena mesinnya berada ditengah-tengah kapal, karena itu kami tidak ada yang bisa mengobrol

 

Ibukota Jakarta

Saat sudah dekat dengan pulau tujuan kami ada plang besar bertuliskan Ibukota Jakarta. Baru tahu saya Jakarta punya ibukota, tapi saat mendekat bisa terlihat ada tulisan lainnya, silahkan dilihat saja fotonya

Pemulung Internasional

Di pulau Kayu Angin Bira ini kami akan menjadi pemulung melakukan operasi semut, saat briefing kami disarankan untuk membawa satu karung buat dua orang, tapi karena karung kami banyak jadinya satu-satu aja, saya akhirnya mengambil sampah 1 karung dan 2 trash bag.

Snorkeling

© kak Anne

Dari pulau KYB kami mampir ke dekat pulau macan untuk snorkeling, disana kami dibagi menjadi beberapa kelompok, berdasarkan siapa yang turun duluan, setelah beberapa waktu saya meninggalkan kelompok karena mereka akhirnya cuma foto-foto, karena bosan dengan aman, saya minta izin untuk buka jaket pelampung, saat saya lepas saya langsung merasa tenggelam karena tiba-tiba tidak mengapung lagi, tapi setelah beradaptasi semuanya kembali normal.

PERANGGG

Setelah snorkeling kami mampir dulu ke pulau perak untuk makan siang, setelah makan, karena free time kami semua main air di pantai, dan Dhifie memulai perang yang sangat annoying yaitu masukin pasir kedalam celana atau baju.

ROKOK

Setiap malam semuanya anak akan didatangi mentor masing-masing untuk meng-cek jurnal kami, kemarin lokasi bertemu mentor kami adalah di rumah orangtua inang kami, tapi kali ini kami ingin lebih focus jadi kami memilih duduk di dekat taman bermain, dan tiba-tiba

 

Kakek:” HEH situ, minta rokok” *ngomong ke kak opal

Kak. O:” hah? apaan rokok?” *dengan bingung

Kakek: “IYA minta rokok, punya rokok kan lu ?” *saya gak tahu kenapa langsung mengecek kantong untuk melihat ada rokok atau gak. Aneh ya…

Kakek: “NAH tuh lu punya rokok kan ?” *saya menyesal dan bingung kenapa saya ngecek kantong

Kak. O: “di sini gak ada yang ngerokok pak” *dan kakek itu pun pergi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.