Day 3 SEPEDA!!!

Gak mau telat

karena gak mau telat lagi aku dibangunkan oleh zaky sebelum adzan subuh, zaky ternyata sudah bulak-balik ke kamarmandi dari jam 4. Setelah saya dan zaky sholat subuh kami menyiapkan pertanyaan untuk wawancara pak muhajir (Pembuat gula nira), pertanyaannya seperti: sudah berapa lama jadi pembuat gula nira, bisa gagal gak, berapa lama prosesnya Dll

Kepagian

Setelah menyiapkan pertanyaan kami ngobrol sebentar dengan bu izty (tuan rumah) untuk menanyakan dimana rumah pak muhajir, ternyata rumahnya tidak terlalu jauh hanya 2 rumah dari Homestay Gatotkoco, setelah ngobrol kami berangkat ke homestay gatotkoco jam 5:48 karena gak mau telat lagi.

setelah semua kelompok berkumpul, kami disuruh jalan bergiliram perkelompok, (sepertinya biar mencari rumah pak muhajirnya perkelompok),kelompok saya rawon ayam disuruh jalan duluan karena kami yang pertama kali datang.

saat sampai didepan rumahnya kami melihat ada kakek-kakek membawa golok dan ember, kami langsung memutuskan kakek itu pak muhajir, untuk membuka pertanyaan zaky mengatakan sugeng enjang Yang artinya selamat pagi, respon pak muhajir sangat ramah, saat itu pak Muhajir sedang menuju pohon kelapa yang ada di dekat rumahnya.

Metode pemanjatan pak muhajir menurut saya sangat hebat karena pak muhajir tidak menggunakan pengaman apapun hanya pijakan yang sudah ada, yang menurut saya lebih hebat lagi pak muhajir belajar memanjat pohon kelapa dari umur 15.

Generasi terakhir

Yang membuat saya kawatir saat wawancara ini pak muhajir adalah generasi terakhir penyadap (pengambil) nira, karena generasi jaman sekarang lebih memilih untuk sekolah/kuliah dan kerja dikota daripada menjadi penyadap nirascreenshot_8

SOURCE:JALADWARA

 

Setelah kami merasa sudah cukup informasi yang kami dapatkan dan tidak ada lagi pertanyaan kami pamit ke pak muhajir “Matur nuwun, pareng pak, mbok.”  Setelah itu kami pulang ke homestay masing-masing untuk sarapan dan mandi

Keteta

Setelah sarapan dan mandi kami pamit dan pergi lagi ke homestay gatotkoco untuk persiapan kegiatan selanjutnya, wawancara home industry makanan yang ada di dusun maitan, saat diskusi kakak-kakak fasilitator memberitahukan bahwa tidak boleh 1 home industry 2 kelompok, jadi kalau home industry itu sedang diwawancarai oleh kelompok lain kami harus menunggu sampai mereka selesai.

Kami memutuskan untuk wawancara home industry cripping (keripik singkong), karena kami sudah mewawancarai peyek dan tempe, karena di Cripping sudah ada kelompok marimas rasa soto, kami memutuskan untuk mewawancarai peyek karena merasa masih ada yang kurang, tapi ternyata di peyek ada kelompok nasi uduk, jadi kami balik lagi ke cripping untuk melihat apakah marimas rasa soto sudah selesai, ternyata mereka memang sudah mau selesai,

Saat wawancara respon ibu Tika dan pak Naim sangat ramah, dari awal kami langsung disuruh memcicipi ceripingnya, menurut saya rasanya enak, tapi bakal lebih enak lagi kalau bumbunya hanya garam.

Ceripping yang dibuat oleh bu Tika semuanya menggunakan bumbu r0yco, bu Tika hanya membuat yang bumbu garang kalau ada pesanan khusus.

DSC_0010
Pemotong singkong manual SOURCE:JALADWARA

Umtuk memotong singkongnya pak mufit mempunyai 2 mesin pemotong yang satu otomatis yang satu lagi manual, yang manual gunanya untuk memtotong singkong yang besar dan tidak muat ke mesin otomatis.

 

Diwawancara oleh narasumber

Setelah dari cripping kami menuju tempat  peyek, home industry memproduksi 3 macam peyek, peyek bayam, tempe dan kacang, saat kami datang kami rencananya mau wawancara, tapi malah kami yang ditanya-tanya, dengan pertanyaan seperti kenapa dateng lagi, mau beli apa aja, mau pulang ya, jadinya kami jawab, iya kita mau beli karena besok pulang, setelah itu kami melakukan wawancara sebentar, saat itu suaminya bu Dispriyati belum datang.

saat suaminya bu Dispriyati datang ia bertanya kami kelas berapa, kami bilang kita Homescooling, sekolah dirumah, bapak itu kira Homescooling ada lembaganya, jadi saya jelaskan, Homescooling itu gak ada lembaganya pak yang ngajar orangtua, yang ada hanya klubnya, gak tahu kenapa bapak itu malah menyimpulkan klub Homescooling itu seperti lembaga pusat, untuk mengarahkan orang lain ke cabangnya untuk belajar, setelah beberapa kali saya jelaskan, sepertinya bapak itu akhirnya mengerti.

 

Menghancurkan kebun pak Naim

setelah wawncara industri rumahan di maitan, kami disuruh berkumpul di tempat cripping untuk jalan ke kebun singkong milik pak Naim

DSC_0090
SOURCE:JALADWARA
DSC_0149
CREDIT:JALADWARA

Saat disana pak Naim memberikan contoh cara mencabut pohon singkong, saat pak naim melakukannya keliatannya gampang banget, tapi waktu saya coba susah banget nyabutnya, saking susahnya kami kira pak Naim lagi ngerjain kita, jadi kami minta contoh 1 lagi, kami yang memilih pohonnya, tapi tetap saja kelihatannya enteng aja nyabutnya, ternyata kenapa kami dari tadi tidak bisa nyabut singkongnya karena kaki kami menginjak singkongnya, jadi caranya kami haru melebarkan kakiSetelah mengerti caranya kami semu langsung bisa dengan gampang mencabut singkong.

 

SEPEDA!!!

IF
Pemanasan sebelum bersepeda ke borobudur SOURECE:JALADWARA

Saat sedang sepedaan kami bersepeda lumayan cepat, karena jalanannya sedang kosong, saat mau menuju jalan raya ada belokan, disaat itulah kami baru sadar Yudhis,Zaky dan Andro tidak ada dibelakang, karena lumayan lama menunggu dan tidak ada kabar dari mereka saya jalan kebelakang untuk melihat, ternyata rantai sepeda Yudhis bermasalah, katanya rantainya bermasalah,

entah kenapa tiba-tiba masalahnya kelar dalam waktu 25-35 menit, kata Yudhis “Wuohohhh,  ternyata cuman ganti gigi lagi!” dan tanganku udah blepotan dengan oli rantai sepeda -_-.

-Zaky

setelah masalah itu selesai, kami masih harus ke tempat pompa sepeda, karena kebanyakan sepeda kami kempes, setelah pompa sepeda, kami meneruskan perjalanan, saat sampai kami melihat banyak sekali orang, jadi kami diberi pilihan, mau tetep ke borobudur atau jalan-jalan aja, karena sangat ramai kami memilih untuk jalan-jalan saja.

 

Foto

saat jalan-jalan kami menemukan spot yang bagus untuk foto, jadi kami berhenti dulu untuk foto-foto, ada yang posenya biasa, agak aneh, sampe yang aneh banget

IF
Masih normal SOURCE:JALADWARA

 

IF
Udah agak aneh SOURCE:JALADWARA
cecaeks
Ini udah gak waras :v SOURCE:YUDHISG.S

Diusir

Saat pulang kami sempat nyasar, karena kami ternyata melewatkan 1 belokan, saat sudah lumayan jauh jalan, kami merasa jalannya salah, saat ada belokan kaysan bilang “kayaknya belokannya ini deh” jadi kami semua belok, tapi ternyata jalan itu adalah jalan masuk ke hotel, jadi waktu kami masuk kami langsung diusir oleh security.

 

Nyangkul

saat menemukan belokan yang seharusnya kami melihat ada ibu-ibu yang sedang nyangkul sawah menggunakan cangkul kecil, tertarik kami jadi nanya-nanya ke ibu itu namanya Ibu Marsinah, ibu itu sedang mencangkuli sawahnya biar bebas dari tanaman liar

IMG_20161214_162858_HDR
SOURECE:JALADWARA

Setelah itu kami balik ke homestay gatotkoco untuk diskusi minat pribadi sampai jam 22:00, setelah itu kami semua pulang ke Homestay masing-masing dan tidur.

Bersambung

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.