Day 5 Pindahan, Gratisan dan Perdebatan

Pindah tempat

dsc_0288
Foto dengan tuan rumah Pak Mufit dan Bu Izty SOURECE;JALADWARA

Saya bangun dan langsung sholat, setelah sholat saya packing lagi barang-barang saya dan mengeluarkan hadiah saya untuk tuan rumah, kami janjian untuk ngumpul jam 7:30 di homestay gatotkoco, jadi saya minta kak Inu untuk datang dan fotoin.

Lamaaa

yang tidak enaknya dari homestay ini adalah masaknya lama, seperti sekarang yang ternyata makanannya baru dimasak saat jam 7:30, jadinya saya harus makan cepat-cepat, jadi lupa makan tempe kacang ijo yang saya minta gorengin kemarin.

Jalan

Setelah sarapan dan pamit kami langsung jalan ke homestay gatotkoco dan naik andong menuju terminal untuk naik bus ke terminal jombor, Yudhis memberitahu untuk tidak mengeluarkan dompet, hanya uang pas 15.000, karena waktu terakhir kami kami naik bus dari terminal jombor kami dimintai 20.000 karena ada yang mengeluarkan dompet.

ILLEGAL

saat sampai di terminal jombor kami langsung masuk ke halte transjogja  untuk naik bis arah SMA 7 Yogyakarta  saat saya duduk, bapak-bapak disamping saya bertanya:

Bapak HS illegal: Dari mana dek

Saya: Jakarta pak

Bapak HS illegal: sekolah dimana?

Saya: homeschooling pak

Setelah ngobrol beberapa menit

Bapak HS illegal: Kalo saya jadi presiden saya bakal buat HS jadi illegal

Saya: emang kenapa pak?

Bapak HS illegal: karena homescooling itu gak ikut kegiatan sekolah sama sekali dan hanya ikut ujian di akhir, kalo gak suka ama metode sekolah, kenapa pada akhirnya balik lagi ke sekolah itu untuk mendapatkan ijazah

Saya: ya kami terpaksa pak

Bapak itu juga sempat bilang kalau anak HS gak punya teman, saya paling senang kalau ada yang bilang kaya begini, karena dilawannya gampang

Saya lupa bapak itu bilang apa tapi intinya dia bilang bahwa anak HS gak punya temen, jadi saya jawab

Saya: Sebetulnya menurut saya yang gak punya teman itu anak sekolah, karena teman mereka hanya yang ada di sekolah

Bapak HS illegal: kan sekolah ada liburnya, waktu liburan kan bisa nyari teman

Saya: lah anak HS kan setiap hari libur terus pak.

bapak itu langsung ganti topik tapi masih topik mengenai HS, saat itu kami sudah sampai ke halte tujuan, jadi kami semua turun.

Saat aku melihat Yudis mukanya udah kusut karena kesal gak bisa ikut debat, sayangnya saya duduknya di bangku paling belakang dan yang lain agak jauh jaraknya dari saya.

Ngiringinan

setelah naik transjogja kami naik bus lagi ke tujuan selo lor, kenek bilang kami akan sampai dalam waktu 1 jam, saat sampai ada 2 nenek-nenek yang mengarah ke tempat yang kami tuju, jadi Yudhis bertanya tempat berkumpul kami, rumahnya bu cicil.

Titik kritis

saat sepeda datang kami semua pergi untuk mencari makan, kami semua memutuskan untuk makan di mie ayam yang kami lewati waktu lagi jalan menuju rumah bu cicil, saya sebetulnya tidak setuju dengan makan disitu, tapi disana tidak ada pilihan lain, saya tidak mau makan disana karena mie ayam mempunya sangat banyak titik kritis halal, seperti apakah ayamnya disembelih dengan benar, mie nya darimana dan yang paling sering, apakah penjual itu memakai angciu.

Gratis

karena mie ayam mempunyai terlalu banyak titik kritis jadi saya memutuskan untuk beli putih saja, karena saya bawa lauk abon, saat saya bilang mau beli nasi putih ibu penjual itu bilang “kalo nasi putih sebetulnya gak jual tapi gapapa nanti saya ambilin” saat ngasih nasi putih itu ibu itu juga bilang, nasi putih itu gratis karena sebetulnya ibu itu gak jual nasi, dan mungkin ibu itu kasihan ama anak kecil yang temen-temennya makan mie ayam dan dia gak 😛 , karena ngerasa gak enak dikasih gratisan, jadi saya juga beli es teh manis 2.

Nyari homestay

setelah makan kami semua berpencar untuk mencari homestay masing-masing, saya dan Zaky awalnya menempati homestay budhe Aan tapi kemudian ada perubahan rencana, jadinya kami menempati homestay bu Lastri, saat sedang bertanya kami bertemu Adinda dan Yla, yang sedang jalan-jalan, jadi mereka iseng ikut dengan kami, setelah bertanya beberapa kali akhirnya kami menemukan homestay yang kami cari, saat sampai di homestay kami mengucapkan kulo nuwun dan masuk kedalam, homestay yang kami tempati lumayan enak, kamar mandinya ada 2, jadi gak harus gantian waktu mau mandi, kamarnya ada kipas angin atapnya, ada colokan buat ngecas dan yang paling penting, rumah itu dekat dengan masjid, kekurangan rumah itu hanya satu, homestay kami itu homestay yang paling jauh dengan basecamp kakak-kakak fasilitator.

Jagung

setelah menaruh barang kami ber 4, sempat ngobrol dulu selama kira-kira 20 menit, kami semua pamit untuk menuju rumah bu gun, tempat yang jadi homestaynya kakak-kakak fasilitator dan yang perempuan, saat kami sampai di di homestay bu gun, saya melihat ada banyak jagung hibrida, jagung jenis itu gunanya untuk dijual dan dijadikan pakan ayam, tapi sebelum bisa dijual jagung itu haru dicabuti dulu biji bijinya, dan bonggol jagunya dibuat jadi tambahan kayu bakar, saya dulu pernah mencabuti bulir jagung ini juga saat di kebumen, jadi saya sudah lumayan terbiasa, karena masih menunggu yang lain saya minta izin ke yang punya rumah untuk meretelin bij jagung, dan saya dibolehkan.

img_20161216_162054_hdr

Diskusi

saat semuanya sudah berkumpul kami semua membuat logbook dan ngobrol tentang perbedaan maitan dan ngiringinan, yang mana yang lebih enak, kalau menurut saya ngirnginan lebih enak dusunnya karena jalannya sudah aspal dan reaksi orang saat mendengar kami berbicara dengan bahasa jawa sangat ramah.

saat diskusi kami diberi pilihan, mau meneruskan ngobrol disini, atau mau jalan-jalan naik sepeda (free time) kami semua memilih untuk main sepeda.

 

Hilang

saat free time kami memutuskan untuk menuju tempat dimana warga sekitar sedang melatih burung mereka untuk lomba, waktu saya ingin merekam saya lihat space video di kamera saya bertambah, seperti baru lagi, saat saya mau lihat video sebelumnya, video itu tidak ada, semuanya hilang, saat saya cek, apakah itu memory card yang sama, mungkin saya sudah mengganti memory card dan tidak ingat, itulah harapan saya, tapi ternyata tidak itu memory card yang sama dengan yang saya pakai saat di maitan, jadi prediksi saya memory card itu terformat saat kamera itu ada di kantong celana.

Main werwolf sama kakak-kakak

setelah sepedaan kami balik ke homestay masing-masing untuk mandi beres-beres dan sholat, setelah sholat kami datang lagi ke homestay bu gun untuk diskusi dan untuk mengerjakan logbook, saat semua sudah mau selesai, tiba-tiba mati listrik, karena suasananya pas jadi kami semua main werwolf, setelah beberapa ronde kakak-kakak fasilitator juga tertarik untuk ikut, jadi saat itu semua main.

Kejutan

setelah main kakak-kakak fasilitator mempunyai kejutan untuk kami, kelompok kami diacak lagi menjadi

Andro Ceca Yudhis

Fattah Kaysan Zaky

Adinda Donna Yla

setelah itu semuanya pulang ke homestay masing-masing dan tidur.

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.