Day 6 Sendirian

Pagi-pagi kami bangun untuk mandi, sholat dan siap-siap, setelah sholat, mandi dan sarapan kami pamit dan langsung menuju homestay bu gun untuk naik angkudes (angkutan kaya angkot) ke pantai depok dan pabrik mie letek.

Pantai depok

saat sampai ke pantai depok kami diberi 3 pilihan penangkapan, pengolahan dan pelelangan, kelompok saya memilih pelelangan karena menurut Yudhis itu yang paling gampang, karena saat itu pelelangan belum dimulai jadi kami lihat-lihat ke pasar dulu, saat pelelangan dimulai yudhis mulai mewawancarai pelelang yang ada disitu, setelah wawancara kami bilang terima kasih, dan naik angkudes lagi ke pabrik mie letek.

Gak makan lagi

sebelum menuju ke pabrik mie letek kami makan dulu di rumah makan yang menyediakan mie letek, saat disana saya tidak ikut makan karena saya belum tahu bumbu-bumbunya jadi saya memilih untuk beli nasi putis saja, karena saya selalu membawa abon.

Pabrik mie letek

saat kami sampai ke pabrik mie letek kami disuruh memberikan perwakilan dari satu kelompok untuk topik yang berbeda-beda ada proses, alat yang digunakan dan sejarah, saya memilih untuk mengambil yang proses, bersama Adinda dan Zaky, bahan-bahannya ternyata tidak terlalu rumit, hanya 3 bahan Tepung terigu, Tepung singkong dan  gaplek ketela, memang  bahannya tidak terlalu banyak, tapi prosesnya yang rumit,

pertama  proses penggilingan yang masih memakai sapi lalu adonan dimasukkan ke oven lalu dipres menjadi mie, setelah itu seluruh mie dijemur semalaman, setelah itu paginya mie letek di remdam didalam air selama 1 jam, setelah itu mie letek dijemur lagi selama 1 hari kalau cuaca buruk bisa 2-3 hari, setelah dijemur mie letek itu siap dibungkus.

Sendirian

habis dari pabrik mie letek kami balik ke dusun ngiringinan dan pulang ke homestay masing-masing untuk mandi dan siap-siap ke gereja kecuali saya, jadi ceritanya acara eksplorasi ini bertepatan dengan hari waktu yang katolik misa jadi semuanya kecuali saya mengantar yang katolik misa.

meretelin jagung sampe diajak nonton bola

jadi untuk menunggu yang lain mengantar misa, saya meretelin jagung aja, sampe diajak nonton bola didalam, saat yang nganter misa dateng (yang misa belum selesai), jadi kami semua, nonton bola sambil menunggu yang katolik misa.

Tempe

Setelah yang misa datang kami semua datang ke tempat bu cicil untuk belajar tempe disana kami belajar, ternyata tempe bisa dibuat dari banyak biji seperti dari kacang ijo, kedelai hitam, kedelai, dan lain lain.

setelah belajar tempe kami semua pulang ke homestay masing masing dan tidur

bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.