Day 7 besok pulang????

Pagi-pagi saya langsung sholat,mandi dan sarapan

Uvuvwevwevwe Onyetenyevwe Ugwemubwem Ossas

saat sedang sarapan kami mendengar anak tuan rumah sedang berusaha menghafal hardest name in Afrika yang sedang lumayan viral saat itu.

Tempe kaki

setelah sarapan kami langsung menuju rumah bu Cicil untuk meneruskan belajar tempe, kedelai itu sudah direndam semalaman perendaman itu membuat kulit ari kedelai hitam jadi mudah lepas, ada banyak cara untuk mengupas kulit ari, bisa menggunakan mesin, dan juga bisa menggunakan tangan, tapi karena saat ini kedelainya banya jadi cara melepas kulit arinya dengan cara diinjak-injak, setelah semua kulit arinya terkelupas, kedelai hitam itu dicuci beberapa kali setelah dicuci kedelai itu dikukus.

Cara uap vs cara tradisional

sambil menunggu kukusan kedelai kami disuruh untuk eksplorasi home industry sekitar, tempat pertama yang kami datangi adalah, rumah bu Cicil disana sorgum dan peternakan lebah, setelah dari rumah bu Cicil, kami mendatangi industry tahu, disana ada dua industry tahu perbedaannya cuma satu yang satu pakai uap dan yang satu pakai cara biasa, saat akan balik kami membeli kedua tahu itu untuk membandingkan rasanya, dan ternyata memang ada perbedaan, yang tidak pakai uap seperti ada rasa asapnya, dan yang uap tidak ada.

Nasi bakar organik

Setelah dari tahu saya sholat, dan menunggu teman sekelompok di rumah bu Cicil, untuk menunggu kelompok saya disana, setelah semuanya datang, kami bareng-bareng, naik sepeda menuju tempat nasi bakar organik, sambil menunggu makanan datang Kami diskusi tentang apa Yang akan menjadi project pribadi, kalau saya ingin membuat video perjalanan oase Eksplorasi.

Tempe lagi

Setelah makan aku ingin mengambil shot Kami semua sepedaan, jadi saya bisa merekam Dari depan, saat saya lagi membalap Yang lain Andro, Fattah Dan Kaysan malah ikut balapa, berusaha mendahului saya.

Saat sampai ke rumah but Cicil Kami meneruskan lagi membuat tempe, Kami semua berlom-lomba membuat tempe sebanyak-banyaknya, saat selesai saya berhasil membuat 5 tempe, Yang kata bu Cicil boleh dibawa pulang, dalam 3 hari tempe itu akan jadi.

Serem….

Setelah Kami belajar di rumah bu Cicil Kami disuruh kumpul lagi dirumah bu Gun untuk menulis logbook saat Kami Susah selesa, kakak-kakak facilitator pindah keruangan lain, saat kakak-kakak facilitator datang mereka membawa lilin, mematikan lampu, membuat suasananya menjadi agak Seram, lalu Kak kukuh bertanyaa: kalian pernah denger jelangkung gak, saya jawab, tahu Kak, ok kakak cuma nanya kata Kak Kukuh

Kesan-kesan

Jadi ternyata kenapa Kami menyalakan lilin Dan mematikan lampu itu Karena awalnya kakak-kakak ingin membuat api unggun, tapi Karena diluar keadannya basah jadi harus puas dengan beberapa Batang lilin, jadi Kami disuruh untuk menulis kesansan-kesan Kami saat Eksplorasi dI kertas itu, Yang menurut saya paling berkesan itu pada saat kakak-kakak ikut main werewolf,

Setelah itu Kami bertukar dengan Cara seperti: geser kertasnya kekiri 5 Kali, saat itu saya mendapat Yang punya Yla Dan Kaysan mendapatkan Yang punya saya, Saran Yang saya berikan untuk Yla adalah untuk coba membuat animasi Eksplorasi (ngomongnya gampang banget ya :P), Dan Saran Dari Kaysan untuk saya adalah untuk tidak terlalu banyak merekam, menurut saya ini tidak bisa dilakukan, lebih baik saya tidak merekam sama sekali, Karena bahkan dengan semua video Yang saya rekam saat itu, saya masih merasa videonya kurang.

Packing Dan tidur

Setelah saling memberi saran itu Kami semua pulang ke homestay masing-masin, untuk packing Dan tidur

Terlalu ngantuk

Setelah berkegiatan sepanjang hari saya jadi sangat lelah jadi saya hanya packing setengah Barang saya seperti waktu di Maitan.

Gak merasa ternyata besok udah harus pulang, kerasanya cepet banget rasanya baru kemari Kami turun Dari kereta.

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.