Rencana Output Eksplorasi 2

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, rasanya baru kemarin kami pasukan Oase penggalang mendiskusikan cara penggalangan dana untuk Eksplorasi tahun ini, dan sekarang saya sudah sedang mengerjakan tantangan terakhir Eksplorasi 2017.

Tantangan itu adalah untuk membuat contoh output kami saat Eksplorasi 2017, karena lokasi yang kami pilih untuk Eksplorasi 2017 ini adalah Sepulauan Seribu atau lebih tepatnya lagi di pulau Harapan, menurut saya ini adalah kesempatan yang bagus untuk memotret benda langit karena lokasinya yang lumayan jauh dari pulau jawa, rencananya saya akan memotret Bulan, Milky Way dan Konstelasi OrionFoto moon

 

6428b9e5-9647-4a08-a8ac-8268f989b4ea

 

dan Konstelasi Orion, karena sudah membawa kamera, saya juga mau sekalian membuat foto jurnalistik yang bertemakan keseharian nelayan.

Kalau keadaan memungkinkan saya ingin ikut nelayan setempat melaut, karena dari situ saya bisa banyak bertanya/mengobrol dengan mereka, salah satu hal yang saya ingin tanyakan adalah tehnik navigasi macam apa yang mereka gunakan, karena saya pernah mendengar bahwa nelayan-nelayan di Kepulauan Seribu ada yang menggunakan bintang untuk alat navigasi.

Selain bertanya itu saya juga akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang lain yang bisa dilihat di mindmap dibawah ini

 

22dd2300b06611e788184b199148dd38.map

Dan untuk gambaran bagaimana tulisan saya nantinya, dibawah ini adalah tulisan saya tentang tempe.

 

Pada suatu pagi yang cerah di sebuah dusun bernama dusun Maintan di Jogja, saya dan teman-teman satu tim melakukan perjalanan ke tempat pembuatan tempe, sesampainya ditempat pembuatan tempe itu kami langsung meminta izin untuk masuk dan melihat-lihat sambil mengobrol, pembuat tempe ini bernama bu Sri beliau berumur 78 tahun, walaupun umurnya yang sudah tua badan beliau masih terlihat kuat, bahkan saat mengambil air dari dalam sumur yang saya agak kesulitan menimbanya karena berat beliau terlihat dengan mudah saja menimbanya.

Beliau sudah membuat tempe sejak kecil, membuat tempe adalah pekerjaan turun temurun keluarganya, sayang sekali generasi muda dijaman sekarang sudah sedikit yang mau membuat tempe untuk pekerjaan, kebanyakan dari mereka memilih untuk bekerja di kota.

Proses pembuatan tempe tidak sesusah yang saya kira, pertama-tama kacang kedelai direndam dulu selama semalam, lalu setelah perendaman itu kulit ari kedelai dikupas dengan cara diinjak-injak setelah itu kedelai dicuci beberapa kali, ketika sudah bersih kedelai itu dikukus, setelah dikukus kedelai itu diberi ragi, setelah diberi ragi kedelai itu dimasukkan kedalam cetakan daun pisang yang kita biasa lihat dipasar

 

Diatas itu adalah contoh gaya menulis yang akan saya gunakan

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.