Trip to Karimun Jawa

Day 1

Gak kapokkkkk

Setelah bersenang – senang membuat jurnal saat Oase Eksplorasi, saya kira saya sudah kapok membuat jurnal, tapi sepertinya saya sudah terkena virus jurnal yang disebarkan para mentor Oase Eksplorasi, yang membuat saya jadi suka membuat jurnal, jadi inilah jurnal perjalanan saya ke Karimun Jawa bersama Ecoethno.

Berangkattttt

Pagi – pagi saya bangun, bersemangat, mengingat hari ini adalah hari dimana saya akan memulai perjalanan, Sebetulnya kami janjian jam 8 malam di Bandung, tapi mengingat jalanan yang sangat macet, saya jadinya jalan jam 8 pagi menggunakan mobil travel, karena tiket kereta sudah habis semua.

8 JAMMMMM

Yap benar, perjalanan saya yang biasanya hanya 3 jam, jadi 8 jam. Melakukan perjalanan ke Bandung pada saat ini adalah keputusan yang sangat buruk, karena situasi jalanan lagi macet – macetnya, tapi mau bagaimana lagi, saya tidak bisa merubah tanggal acaranya, dan saya juga tidak bisa datang lebih cepat, karena jadwal saya yang padat, dalam 8 jam ini saya berusaha tidur, ditengah tidur saya, saya terbangun karena….. karenaaa…. bukan karena apa-apa, saya kebangun aja, tapi saat saya melihat pak supir perasaan saya jadi gak enak karena pak supir berubah jadi zombie karena pak supir terlihat mengantuk, dia sempat bilang “wah perlu kopi nih” , karena saya tidak mau supir kami tidur, saya jadinya mengajak dia ngobrol, dan setelah itu saya tidak bisa tidur lagi.

Akhirnya sampaiiiii

Setelah duduk selama delapan jam, berdiri rasanya sangat enak, saya merasa darah saya mengalir kembali, di situ saya dapat kabar bahwa saya akan dijemput oleh orangtuanya Naufal, teman klub Homescooling Oase yang juga ikut acara ini, saat sampai di hotel saya numpang mandi, karena rasanya gak enak banget kalau gak mandi dulu.

Tas

Saat sampai di meeting point kami di bandung, yang berada di Bccf (Bandung creative city forum), kami langsung briefing mengenai barang apa yang harus kami bawa, dan ternyata barang yang harus dibawa ada banyakkk, raincoat, tempat makan, tempat minum, baju ganti, toileteris dll, karena tidak mengira bakal bawa sebanyak ini, saya total jadi memakai 3 tas, satu tas punggung kecil, satu tas selempang, dan satu lagi tas selempang yang berisi kamera.

Berangkattttt

Setelah menyiapkan barang yang diperlukan, kami briefing dan perkenalan sebentar, setelah itu kami semua masuk bis, dari situ kami meneruskan perjalanan delapan jam menuju Semarang, saat ini kami memang seharusnya tidur, tapi beberapa ada yang begadang, termasuk saya, setelah cukup lama, saya akhirnya ngantuk juga.

Day 2

Makan dan foto-foto

Sebelum kami memulai amaizing race kami sarapan dulu, setelah makan kami foto-foto dulu disana untuk photostory kami, saya tidak mendapatkan foto yang bagus karena keadaan yang sangat tidak mendukung, pencahayaan cukup redup.

 

 

 

Kampung Pelangi

Kampung pelangi adalah tempat pertama yang kami harus datangi, disana saya mengobrol dengan bapak penjaga warung, saat saya tanya apakah masyarakat sekitar menyukai dicat menjadi warna pelangi, beliau bilang bahwa masyarakat disini senang karena ekonomi mereka meningkat, ada yang jualan makanan, ada yang buka warung dll.

 

Lawang Sewu

Setelah ke kampung pelangi, kami melanjutkan perjalanan ke Lawang Sewu, saat disana kami harus menunggu cukup lama untuk masuk, saat sudah masuk kami foto-foto dan melihat-lihat sedikit sejarah lawang sewu

Debat

Setelah makan, kami ditanya mau lanjut atau tidak, disanalah kami mulai debat, sebetulnya bukan debat juga sih, yaaa diskusi lah, karena jika semuanya satu-satu mengatakan pendapat mereka bakal repot, jadinya kami disuruh berdiskusi dengan kelompok sendiri, untuk memutuskan mau lanjut race atau tidak, kelompok saya memutuskan untuk tidak mau lanjut, karena mereka sudah

Hanya foto yang ini yang ada

lelah, setelah memutuskan mau bagaimana, perwakilan kelompok semuanya disuruh maju kedepan, memberi tahu alasan pendapat mereka, ada dua kelompok yang bilang gak mau lanjut, dan ada empat kelompok yang mau lanjut, argumen kelompok yang mau lanjut adalah, “sayang dong udah 

 

jalan jauh-jauh gak liat semuanya”  dan kelompok yang mau sudah aja adalah “beberapa kelompok udah ada yang capek, kasian nanti kalau ada yang kecapean dan jadi sakit”, untuk menengahinya kami diberikan pilihan untuk, menunggu di bis aja, atau lanjut race, dan akhirnya tidak ada yang ikut bis, semuanya lanjut race.

Akhirnya tidur di kasur

Setelah hari yang melelahkan, rasanya sangat enak bisa tidur dengan posisi tiduran, mengingat hari sebelumnya saya pegal-pegal tidur duduk, sangat susah mendapat posisi yang enak, karena belum bisa tidur, saya menyalakan tv untuk melihat ada apa, dan ternyata ada film yang lumayan seru, tapi menonton tv malah membuat saya mengantuk, karena iklannya yang saaaaaaaaangat lama, jadi akhirnya saya tidur.

Day 3

Berangkat ke karimun jawa

Pagi-pagi kami bangun, sholat subuh, packing barang yang dikeluarin, lalu jalan ke pelabuhan untuk naik kapal ke Karimun Jawa, di perjalanan ada yang tidur, main hp, main poker dan ada juga yang main werwolf, saya main werwolf sebentar lalu tidur, saat bangun, saya sudah ada ditengah laut mengapung sampai di Karimun Jawa.

Sampai

Saat sampai di Karimun Jawa kami diantar ke penginapan dengan beberapa mobil, saat sampai saya sedikit kaget dengan ukuran pulau ini, karena ukurannya jauh lebih besar dari yang saya pikirkan, saat sampai di villa, kami gantian mandi dan setelah mandi kami makan siang.

Mangroove

Setelah makan siang kami jalan-jalan ke Tracking Mangroove, disana kami jalan-jalan keliling hutan mangroove sambil foto-foto, 

Pantai

Setelah jalan-jalan ke hutan mangroove kami terus ke pantai untuk melihat sunset, sayangnya kami tidak bisa menetap disana sampai malam, karena banyak peserta yang masih kecil, jadi akhirnya saya hanya bisa melihat langit sunset yang indah dari kaca mobil.

 

Alun-Alun

Malamnya kami jalan ke alun-alun untuk jajan dan melihat-lihat, disana langsung tercium bau harum berbagai macam makanan, juga langsung terlihat banyak asap yang mengepul dari gerobak para penjual ikan bakar, setelah melihat dan memotret sedikit, kelompok kami memilih untuk jajan di warung saja, diwarung kami membeli minuman, kebanyakan membeli minuman soda.

Astrofotografi

Setelah dari alun-alun saya berusaha mendapatkan foto Astrofotgrafi karena saya tahu langit disini sangat bagus, tapi sayangnya langit disana sedang sangat mendung, jadinya saya hanya bisa mendapatkan foto bulan.

Begadang

Setelah jalan-jalan kami makan malam dan tidur, atau bisa dibilang harusnya tidur, karena saya dan beberapa peserta lain begadang, ini pertama kalinya saya begadang di acara jalan-jalan seperti ini, menurut saya ini karena jadwalnya yang bisa dibilang senggang, saat begadang saya pertama kalinya main poker, dan ternyata tidak terlalu susah cara mainnya, lama-kelamaan teman-teman yang lain mulai mengantuk dan balik ke kamarnya, saat itu sudah jam 12, karena takut kesiangan bangunnya, saya jadinya tidak tidur, saya menghabiskan waktu dengan me-review foto, memilih yang bagusnya, lalu saya coba edit untuk melihat hasilnya, setelah itu saya sholat sunnah lalu sholat subuh di masjid.

Day 4

Ikan asin

Setelah menunggu lumayan lama, peserta dan kakak-kakak mentor pun akhirnya bangun satu-persatu, saat semuanya sudah bangun, kami langsung sarapan lalu jalan ke dermaga untuk snorkeling dan bakar ikan, tapi sebelum itu, kami hunting dulu sebentar untuk bahan photostory kami, saya bertemu seorang ibu-ibu yang sedang menjemur sesuatu, karena penasaran, saya dekati dan tanya, “ini lagi ngejemur apa bu?” ibu itu menjawab “ini lagi jemur ikan buat ikan asin”, ternyata saat itu tangkapan nelayan sedang sedikit, karena itu ibu ini terpaksa memakan ikan asin untuk makanan sehari-hari, Setelah berjalan-jalan lagi, saya tidak melihat orang yang enak untuk diwawancarai, karena kebanyakan orang terlihat sedang sibuk dengan urusan meraka masing-masing.

 

 

Keputusan terburuk dan terbaik

Setelah menunggu cukup lama, perahu yang akan membawa kami akhirnya sampai juga, setelah mengenakan live jacket, kami semua langsung naik, karena saya pikir ombaknya tidak terlalu parah, saya meminta untuk berdiri didepan, awalnya berdiri didepan itu menyenangkan, saya mengeluarkan kamera saya dan langsung foto-foto, tapi ternyata laut dermaga jauh lebih tenang dibandingkan laut antar pulau, karena tiba-tiba perahu kami jadi jumping-jumping mengarungi ombak, rasanya seperti menaiki wahana extreme dufan, tapi sambil berdiri, dan nyawa kedua (kamera) taruhannya, karena saat itu saya menggunakan Cannon 7D yang tidak tahan air, jadi beberapa cipratan air asin sudah cukup untuk merusak kamera itu, pada akhirnya saya dan kamera saya selamat, “ini adalah keputusan terburuk dan terbaik” itulah yang saya pikirkan, terbaiknya karena jika saya duduk saya akan terkena banyak cipratan, dan terburuknya adalah saya tidak titip aja ketempat barang, yang tadinya saya kira juga bakal kena cipratan, tapi ternyata tidak.

Bakar ikan

Karena peralatannya tidak cukup, kami jadi harus dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok snorkeling dan yang satunya bakar ikan di pulau, kami akan bergantian ketika sudah dua jam, atau kalau sudah capek, sebelum bakar ikan kami harus mengeluarkan dulu insang dan isi perut ikan itu, setelah bersih dari insang dan isi perut, ikan itu dicuci sampai bersing, setelah itu ikan siap dibakar.

Snorkeling

kelompok yang snorkeling duluan ternyata pulang lebih cepat, karena mereka sudah capek, mendengar itu, kami semua langsung semangat dan langsung naik ke kapal, dan ya… saya diri didepan lagi, karena memang menurut saya seru, saat sampai di spot snorkeling, kami memakai peralatan dan langsung nyebur, karena saya ngerasa gak enak kalau pake pelampung, jadi saya izin untuk melepasnya, setelah melepas live jacket semuanya jadi jauh lebih seru, karena saya jadi bisa menyelam-nyelam.

Makannnnn

setelah puas berenang-renang dan melihat-lihat laut karimun jawa yang indah, kami pun kembali ke kapal dan makan ikan bakar yang kami bersihkan tadi, rasanya enak bisa makan ikan bakar setelah lelah berenang, ikan bakar ini memang tidak sempurna, karena kadang ada yang gak bener ngebersihinnya, tapi ikan bakar ini tetap enak.

Sendal illang

setelah makan kami main-main sebentar di pulau, ada yang main poker, main pasir dll, saat sudah waktunya untuk naik ke kapal untuk berangkat snorkeling, sendal saya hilang, sepertinya ini karena saya menaruh sendal saya terlalu dekat dengan air, karena area dekat pulau itu dangkal, kami jadi harus menyebrang sedikit, area itu penuh dengan karang-karang yang memang tidak terlalu tajam, tapi tetap sakit jika diinjak dengan kaki tanpa sandal, karena itu, kami terpaksa naik kayak yang dibawa oleh kakak-kakak mentor untuk main-main.

Sandal hilang = kesempatan main hilang

saat sampai di spot snorkeling, atau bisa juga dibilang spot main, karena ini lebih untuk main-main, lokasinya disamping gosong, jadi kami bermain di gosong itu, dan ternyata kami harus mengenakan sendal, karena tempat itu cukup dangkal, dan disana kadang ada ikan batu, jadi akhirnya saya tidak ikut, saya hanya foto-foto saja, saya mengambil foto ini dengan kamera hp, karena terlalu malas membuka rain cover tas kamera.

 

Tidur

setelah hari yang menyenangkan dan melelahkan, kami akhirnya pulang, mandi, makan dan akhirnya saya tidur. Sama seperti malam pertama di karimun jawa, saya tidak tidur malamnya, pada jam lima saya sudah packing dan mandi, tak terasa sudah waktunya pulang, setelah menunggu sampai semuanya siap, kami semua naik mobil ke pelabuhan, disana kami langsung masuk ke kapal, setelah kami dihitung, dan kapal nya jalan, kami boleh jalan-jalan, atau kalau untuk saya, tidur di lantai kapal denga sleeping bag, saya tertidur dengan pulas sampai tujuan.

Angciu

Setelah kami dijemput di pelabuhan jepara menggunakan bis, kami mampir dulu di sebuah restoran untuk makan siang, saat melihat makanan yang disajikan saya langsung ragu, karena di makanan itu ada tumisan, biasanya tumis-tumisan menggunakan bumbu yang bernama angciu, bumbu ini mempunya kandungan 15-30% khamar, karena itu, saya memutuskan untuk bertanya, ini pake angciu atau tidak, saya memita untuk bertanya ke chef-nya, dan dia bilang masakan disini tidak pakai angciu, karena itu saya bisa dengan tenang makan, saya sampai nambah tiga kali “:3

Sampai ke Bandung

setelah perjalanan yang panjang, saya akhirnya sampai ke bandung, dari sana saya naik kereta untuk pulang kerumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.