Tugas eksplorasi 07 (2)

Pada tantangan ini, tugas kami adalah menelusuri asal usul makanan. Topik  yang saya dapatkan adalah tempe. Sebelum itu saya mau bercerita sedikit tentang tempe.

Sebagian besar makanan tradisional berbahan baku kedelai berasal dari Cina dan Jepang ,Tapi Indonesia memiliki makanan berbahan baku kedelai bernama Tempe yang telah berkembang berabad-abad lalu .

Tidak jelas kapan pembuatan  Tempe di mulai masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Mereka telah mengenal tempe sejak abad ke 16, salah satu bukti peradapaan tempe ada dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 (Serat Centhini sendiri ditulis pada awal abad ke-19). Telah ditemukan kata “tempe”, misalnya dengan penyebutan nama hidangan jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan.

Dalam catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jawa—mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.

Saat wawancara, ibu yang memiliki industri rumahan tempe sejak tahun 1989 ini, juga bercerita bahwa beliau menggunakan kedelai impor. Sebenarnya kalau dalam segi kualitas kedelai lokal tidak kalah dengan kedelai impor, tapi kedelai lokal biasanya mempunyai kandungan air yang cukup tinggi sementara kedelai impor itu kering dan tidak kalah kualitasnya, perajin tempe tidak menggunakan kedelai lokal juga karena biasanaya kedelai itu saat dijual belum benar-benar kering dan banyak juga kedelai yang kotor bercampur dengan tanah, ranting dan daun. selain karena kualitasnya perajin tempe juga lebih memilih kedelai impor karena stoknya cukup melimpah dan tidak pernah kekurangan, beda dengan kedelai lokal yang hanya melimpah saat panen, selain itu kedelai impor juga mempunyai harga yang relatif stabil.

Di Indonesia ada wadah untuk pengusaha tempe dan tahu namanya Primkopti (Primer Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia) didirikan sejak tahun 1979, keanggotannya tersebar di berbagai kota di indonesia, di jakarta timur sendiri keanggotannya mencapai kurang lebih 500 industri rumahan tahu tempe, untuk tempe ada 300, Primkopti juga menyediakan bahan dasar pembuatan tempe yaitu kacang kedelai, dengan kisaran harga RP  6700,00 sampai RP7000,00 tergantung jenisnya, harga kedelai juga bergantung dengan nilai mata uang rupiah terhadap dollar Amerika, karena kedelai yang digunakan adalah kedelai yang diimpor dari Amerika.

Didekat rumah saya, ada lebih dari 5 industri rumahan tempe, rata-rata pegawainya satu atau dua orang. Semuanya berada dipinggiran sungai Cipinang dan sungai Sunter. Tempe mereka biasa dibeli oleh pedagang sayur rumahan dan pedagang sayur keliling juga para pedagang di pasar elok, pasar deprog, pasar klender, pasar enjo dan pasar gembrong. Industri tempe rumahan yang saya datangi, pegawainya satu orang, biasa mengambil kedelai dari primkopti. Dalam sekali produksi membutuhkan 110 kg kacang kedelai, omzet yang didapat kurang lebih Rp 700.000,00

Dibawah ini adalah Mindmap pembuatan tempe

 

screenshot_6

Jurnal:

Saya mendatangi tempat pembuatan tempe itu pada saat pagi, rencananya saya akan membuat kaya berupa video tapi saat saya sampai disana ternyata orang yang saya mau wawancarai tidak mau direkam. Menurut saya orang yang saya wawancara itu menyenangkan untuk di wawancara, karena orang itu responnya baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.